Kompas.com - 16/11/2021, 21:00 WIB
Ilustrasi menimbang berat badan shutterstockIlustrasi menimbang berat badan
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Setiap orang pasti pernah mengalami fluktuasi atau naik turun berat badan, terlepas dari diet atau gaya hidup yang dijalani sehari-hari.

Faktanya, fluktuasi adalah kejadian yang benar-benar alami dan normal dengan sejumlah penyebab yang mendasarinya.

"Berat badan kita akan berfluktuasi antara 1-3 persen setiap hari, terlepas dari perubahan komposisi tubuh (rasio berapa banyak lemak tubuh terhadap otot yang kita miliki)," jelas pelatih pribadi dan manajer pendidikan pelatih Ultimate Performance, Emily Servante.

Meski demikian, fluktuasi berat badan tidak selalu mudah untuk dipahami, apalagi bagi orang-orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Untungnya, ada alasan yang mudah dijelaskan mengapa fluktuasi berat badan bisa terjadi dan itu merupakan hal yang normal.

Nah, untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut ini terdapat beberapa penyebab berat badan kita berfluktuasi, seperti yang dilansir dari laman Women's Health.

1. Mengonsumsi lebih banyak makanan padat kalori

Makanan padat kalori (alias makanan yang memiliki rasio kalori tinggi) cenderung mengandung kadar natrium (garam) yang lebih tinggi.

Ini dapat menyebabkan tubuh kita menahan air dan muncul sebagai peningkatan skala berat badan.

"Banyak hal yang mempengaruhi aliran air masuk dan keluar dari sel kita, tergantung berapa banyak air yang kita simpan saat kita minum," terang ahli gizi terdaftar dan pendiri City Dieticians, Sophie Medlin.

Penyimpanan cairan didasarkan pada seberapa banyak zat tertentu yang kita miliki dalam aliran darah dan kebutuhan tubuh untuk mencairkannya.

Misalnya, ketika kita makan banyak garam, tubuh kita perlu mengencerkannya dalam darah, sehingga kita merasa lebih haus dan menyimpan lebih banyak air untuk mengurangi kadar garam dalam sirkulasi dan sel.

Untuk itu, kita harus mengonsumsi segala makanan dalam jumlah sedang dan ini terutama berlaku untuk makanan padat kalori.

Baca juga: Makanan Tinggi Kalori yang Bantu Penurunan Berat Badan

2. Mengonsumsi lebih banyak karbohidrat

Karbohidrat adalah makronutrien penting yang dibutuhkan manusia untuk berfungsi dengan baik.

Namun, ketika kita mengonsumsinya secara berlebihan, dapat menyebabkan fluktuasi berat badan yang singkat.

"Saat mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi glikogen yang dibawa ke sel otot bersama dengan air, sehingga menyebabkan berat badan sedikit meningkat," ungkap Servante.

"Namun, ini adalah proses yang sangat alami," ujar dia.

3. Belum minum cukup air

Tubuh kita terdiri dari 60 persen air. Jika kita mengalami dehidrasi, tubuh akan bekerja keras untuk menahan air yang sudah dimiliki tubuh.

Kita bisa memperbaikinya dengan minum lebih banyak air sepanjang hari dan mengonsumsi makanan kaya cairan seperti mentimun atau tomat.

Baca juga: 8 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Kita Kurang Minum

4. Stres atau kurang tidur

Medlin memperingatkan bahwa kurang tidur dan terlalu banyak stres juga dapat meningkatkan jumlah cairan yang kita simpan dalam tubuh kita.

"Stres ditandai dengan hormon kortisol. Kortisol meningkatkan jumlah hormon yang disebut Hormon Antidiuretik (ADH) yang memberitahu ginjal untuk menyimpan lebih banyak air dalam tubuh dan buang air kecil lebih sedikit," jelasnya.

Hal ini dapat menjadi mekanisme bertahan hidup yang sangat baik ketika kita berevolusi karena stres akan selalu berarti kekurangan makanan, air, atau bahaya fisik, sehingga menyimpan lebih banyak air dalam tubuh itu sangat penting.

"Tidur juga tampaknya memengaruhi keseimbangan cairan kita. Maka, kurang tidur bisa mendorong retensi cairan yang lebih besar," tuturnya.

Tentu saja, ketika kita stres atau lelah, pola makan kita sering kali kurang positif karena kita mencari makanan berenergi tinggi yang kurang sehat seperti makanan yang diproses atau tinggi garam.

Selain itu, kita juga mungkin minum lebih sedikit air saat kita stres yang pada gilirannya menyebabkan retensi air.

Baca juga: 9 Hal Mengerikan yang Terjadi pada Tubuh jika Sering Kurang Tidur

5. Memasuki masa menstruasi

Menstruasi tidak hanya dapat membawa perubahan suasana hati, mengidam makanan yang tidak terkendali, dan perasaan tidak enak badan secara umum.

Tetapi, menstruasi juga dapat memengaruhi seberapa banyak air dan cairan yang kita pertahankan di dalam tubuh.

"Perubahan hormonal dapat menyebabkan penambahan berat badan dengan meningkatkan retensi air. Pada hari-hari sebelum menstruasi, estrogen dan progesteron menurun dengan cepat," jelas Dr Natalie Geary dari The Light Touch Clinic.

"Ini memberitahu tubuh bahwa sudah waktunya untuk mulai menstruasi. Estrogen dan progesteron juga mengontrol cara tubuh kita mengatur cairan," lanjut dia.

6. Sembelit atau mengalami iritasi usus

"Jika kita mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit atau iritasi usus, itu bisa membuat skala berat badan yang sedikit lebih tinggi," kata Servante.

Sama halnya, jika kita mengalami radang usus, kemungkinan ada peradangan dan retensi air.

Dalam kedua kasus tersebut, fokuslah untuk meningkatkan asupan serat, meminimalkan makanan yang menyebabkan peradangan, dan minum banyak air.

Setelah semuanya mulai bergerak seperti biasa lagi, berat badan kita lambat laun akan mulai turun kembali.

Baca juga: 7 Jenis Sayur dan Buah untuk Mengatasi Sembelit

Tanda fluktuasi berat badan tidak normal

Seperti yang telah kita ketahui bahwa fluktuasi berat badan sebagian besar benar-benar normal jika dilihat dari konteksnya.

Namun, terkadang fluktuasi berat badan bisa menjadi pertanda ada sesuatu di dalam tubuh kita yang perlu ditangani.

"Fluktuasi berat badan normal, tetapi jika timbangan naik hingga 2 kg atau lebih selama lebih dari satu atau dua hari, kemungkinan itu lebih dari sekadar berat air," terang Dr Geary.

"Namun jangan panik. Perhatikan saja tubuh kita dan apabila masih mengalami masalah, segera hubungi dokter. Berkonsultasi dengan seorang profesional selalu menjadi ide yang baik," lanjut dia.

Di sisi lain, pertambahan berat badan dan fluktuasi berat badan dapat terjadi karena berbagai alasan lainnya.

Banyak orang mengalami penambahan berat badan seiring bertambahnya usia atau membuat perubahan terhadap gaya hidup mereka.

Selain itu, kenaikan berat badan yang cepat juga bisa menjadi pertanda dari kondisi kesehatan yang mendasarinya seperti masalah pada tiroid, ginjal, atau jantung.

Bagi yang ingin mengawasi berat badannya, ahli gizi terdaftar Melissa Mitri merekomendasikan untuk menimbang seminggu sekali.

Karena jika kita melakukannya lebih sering dari itu, kita mungkin akan melihat lebih banyak fluktuasi cairan dan hormon sehari-hari yang seringkali hanya bersifat sementara dan tidak memberikan gambaran akurat tentang berat badan kita.

"Seminggu sekali cukup teratur untuk mengetahui kenaikan atau penurunan berat badan pada waktu yang tepat," imbuh dia.

Baca juga: Berat Badan Naik Secara Tiba-tiba, Kok Bisa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.