Kompas.com - 19/11/2021, 08:43 WIB
Ilustrasi TikTok Later.comIlustrasi TikTok

KOMPAS.com – Sejak aplikasi TikTok menguasai media sosial, deretan tantangan viral pun bermunculan dan menyebar di kalangan anak muda.

Sebagian besar tantangan itu memang tak berbahaya dan hanya akan meningkatkan engagement, namun, tak jarang ada beberapa tantangan yang berpotensi membahayakan.

Untuk itu, TikTok pun kini berusaha memburu dan mencari cara untuk menghadapi tantangan berbahaya dan penuh dengan hoaks.

Dalam survei baru terhadap lebih dari 10.000 pengguna TikTok berusia remaja, serta orangtua dan guru di berbagai negara, termasuk AS dan Inggris, TikTok menemukan bahwa 31 persen remaja telah berpartisipasi dalam beberapa bentuk tantangan online.

Meskipun 48 persen dari pengguna tersebut mengatakan bahwa tantangan itu benar-benar aman dan tidak berbahaya, 32 persen mengatakan bahwa pengalaman mereka melibatkan sedikit risiko.

Sementara 14 persen benar-benar menggambarkan tantangan mereka sebagai hal berisiko atau berbahaya. Bahkan, 3 persen partisipan menyebut tantangan yang mereka lakukan “sangat berbahaya.”

Baca juga: Tiru Challenge di TikTok, Bocah 6 Tahun Terpaksa Operasi Usus, Kenapa?

Di saat yang sama, studi tersebut menunjukkan bahwa 46 persen remaja lebih suka mencari lebih banyak informasi sebelum terlibat dalam tantangan viral tersebut, sementara 31 persen lainnya mengatakan bahwa mereka telah “merasakan dampak negatif” dari hoaks yang terkait dengan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

TikTok tengah berusaha mengubah kebijakan serta syarat dan ketentuannya, berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para penggunanya.

Bahkan saat ini, TikTok sudah menghapus berbagai informasi hoaks dan mencoba menahannya agar tidak menjangkau audiens yang lebih besar.

Selain itu, TikTok juga berencana untuk secara aktif menghapus video “alarmist warning” atau konten yang menyebabkan rasa takut atau kecemasan bahwa sesuatu yang berbahaya akan terjadi dan memberi kesan bahwa hoaks itu nyata.

Tak hanya itu, tim keamanan TikTok akan diperingatkan ketika konten tertentu yang melanggar muncul di platform. Mereka yang melihat postingan seputar tantangan berbahaya dan hoaks itu akan diberi label peringatan yang disusun lewat konsultasi dengan psikiater anak klinis dan ilmuwan perilaku.

Untuk pengguna yang aktif mencari unggahan yang berkaitan dengan melukai diri sendiri dan bunuh diri, TikTok juga akan menyediakan akses ke lembaga pencegahan, seperti National Suicide Prevention Helpline (Saluran Bantuan Pencegahan Bunuh Diri Nasional).

Baca juga: 7 Pengobatan Jerawat ala TikTok yang Tidak Disukai Dokter Kulit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Hypebeast
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.