Kompas.com - 21/11/2021, 08:25 WIB

KOMPAS.com - Minum kopi saat haid, atau mengonsumsi makanan dan minuman mengandung kafein lainnya, mungkin dapat memengaruhi gejala yang dirasakan selama periode haid berlangsung.

Meskipun riset mengenai efek mengenai kafein dan gejala haid masih sangat terbatas, ada beberapa efek samping minum kopi saat haid yang mungkin bisa terjadi dan perlu diwaspadai.

Efek samping minum kopi saat haid

Berikut sejumlah efek samping minum kopi saat haid yang mungkin terjadi:

1. Memperburuk gejala haid

Minum kopi saat haid mungkin akan memperburuk gejala pada sebagian orang.Shutterstock/fizkes Minum kopi saat haid mungkin akan memperburuk gejala pada sebagian orang.
Minum kopi saat haid mungkin akan memperburuk gejala pada sebagian orang. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Anna Cabeca, DO menjelaskan kepada Mind Body Green, berdasarkan sebuah studi di 2012, minuman mengandung kafein, seperti kopi atau teh, dapat meningkatkan kadar estrogen yang dapat memperburuk gejala haid.

Namun, efek samping yang terasa berbeda-beda pada setiap individu dan mungkin berbeda pada satu periode haid ke periode haid lainnya.

Hal itu didukung salah satunya oleh temuan dari penelitian ini yang menunjukkan adanya peningkatan kadar estrogen dari asupan kafein moderat pada perempuan Asia, tetapi menurun pada perempuan kulit putih.

Selain itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Wendie Trubow, MD mengatakan bahwa kafein juga dapat vasokonstriksi. Artinya, minum kopi saat haid mungkin dapat mempersempit pembuluh darah.

Jika aliran darah ke rahim terbatas, hal itu dapat meningkatkan ketegangan dan meningkatkan intensitas rasa sakit selama proses peluruhan dinding rahim.

Baca juga: 8 Minuman untuk Menghilangkan Nyeri Haid dengan Ampuh

2. Meningkatkan kecemasan

Minum kopi saat haid juga dapat meningkatkan kecemasan.PIXABAY/FREE-PHOTOS Minum kopi saat haid juga dapat meningkatkan kecemasan.
Minum kopi saat haid juga dapat meningkatkan kecemasan. Kafein meningkatkan kortisol, norepinefrin dan epinefrin. Ini adalah hormon stres yang bertanggung jawab untuk meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Ketika kadar hormon-hormon tersebut meningkat dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan ditekan karena berkurangnya suplai oksigen ke otak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.