Kompas.com - 21/11/2021, 09:34 WIB

KOMPAS.com - Deretan karya busana muslim dari sejumlah desainer dan brand fesyen ternama ditampilkan di atas runway Embracing Jakarta Muslim Fashion di Aquatic Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Embracing Jakarta Muslim Fashion adalah perkenalan pertama Jakarta Muslim Fashion Week yang akan resmi diluncurkan di bulan Oktober 2022.

Tak hanya menampilkan karya para desainer, acara ini juga menunjukkan kerja sama yang dinamis antara seluruh ekosistem pendukung Jakarta Muslim Fashion Week. Ekosistem, termasuk asosiasi desainer, asosiasi kosmetik, asosiasi pertekstilan, serta asosiasi pemasok garmen dan aksesoris.

"Saya berharap semua sektor industri bersatu padu untuk mempromosikan fesyen muslim Indonesia."

"Termasuk dari sisi kreatif, yaitu para desainer, saya berharap di tahun depan akan semakin banyak desainer yang bergabung di Jakarta Muslim Fashion Week untuk memperlihatkan kekuatan dari fesyen muslim Indonesia," ungkap perwamilan KADIN sekaligus Wakil Ketua Komite Promosi Fesyen Muslim Indonesia, Anne Patricia Sutanto seperti dikutip Kompas.com dari keterangan tertulis.

Baca juga: Melihat Tren Terkini Modest Fashion di Ajang IMFW 2019

Koleksi busana muslim yang ditampilkan dalam Embracing Jakarta Muslim Fashion Week, Kamis (18/11/2021) adalah karya dari 12 brand busana muslim dan 12 brand fesyen kontemporer, termasuk Dian Pelangi, Mel Ahyar, IKYK, dan Irna Mutiara.DOK JMFW Koleksi busana muslim yang ditampilkan dalam Embracing Jakarta Muslim Fashion Week, Kamis (18/11/2021) adalah karya dari 12 brand busana muslim dan 12 brand fesyen kontemporer, termasuk Dian Pelangi, Mel Ahyar, IKYK, dan Irna Mutiara.
Koleksi busana muslim yang ditampilkan adalah karya dari 12 brand busana muslim dan 12 brand fesyen kontemporer, termasuk Dian Pelangi, Mel Ahyar, Ria Miranda, dan Irna Mutiara.

Keseluruhan karya yang ditampilkan menonjolkan kekuatan busana muslim khas Indonesia dengan keanekaragaman desain dan ciri khas budaya yang kaya, yakni melalui wastra Indonesia seperti batik, tenun, dan bordir.

Koleksi dari Ria Miranda, misalnya, mengangkat tenun khas Makassar, Bateeq dan Batik Chic dengan aneka kain batik sebagai trademark desain mereka, serta karya Dian Pelangi yang identik dengan unsur etnik dan karya warna.

"Kami berusaha untuk tetap menampilkan sentuhan budaya Indonesia. Baik dari segi kainnya, seperti tenun dan batik, juga dari materialnya, seperti bordir dan manik-manik“ kata Karina Pratiwi, perwakilan dari tim Dian Pelangi.

Jakarta Muslim Fashion Week direncanakan menjadi program rutin setiap tahunnya untuk menunjukkan keunggulannya dalam bersaing dan mendominasi pasar dunia, terutama di bidang fesyen muslim.

Diharapkan pada tiga hingga lima tahun mendatang, Jakarta Muslim Fashion Week diakui sebagai gelaran internasional yang sejajar dengan grlaran fesyen besar lainnya dan menjadi penentu posisi Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia.

Baca juga: Merek Busana Muslim Vivizubedi Ekspansi ke Timur Tengah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.