Kompas.com - 24/11/2021, 06:22 WIB
|
Editor Wisnubrata

Perlemakan hati non-alkohol terjadi karena adanya akumulasi jaringan lemak di hati kita. Penyakit ini sering dikaitkan dengan obesitas dan kondisi metabolisme lainnya.

Peningkatan lemak visceral juga telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan hati dan timbunan lemak jangka panjang ke dalam jaringan hati.

3. Meningkatkan rasa nyeri

Peneliti arthritis menyimpulkan bahwa lemak visceral secara khusus dikaitkan dengan peningkatan rasa nyeri.

Ini juga menunjukkan contoh lain tentang bagaimana lemak visceral jauh lebih berbahaya bagi kesehatan kita daripada lemak subkutan.

Pemikiran di balik fenomena ini mengamati bahwa lemak visceral secara inheren lebih mudah meradang daripada lemak subkutan.

Beberapa penelitian telah menghubungkan kadar lemak visceral yang tinggi dengan peningkatan penanda inflamasi yang berkontribusi terhadap rasa sakit.

Tentu saja, penelitian lebih lanjut masih diperlukan di bidang ini untuk menentukan mekanisme yang mendasarinya.

Baca juga: Awas, Lemak Perut Tingkatkan Risiko Kematian

4. Peningkatan resistensi insulin

Pada individu tanpa diabetes, lemak visceral merupakan prediktor kuat terjadinya resistensi insulin.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.