Kompas.com - 24/11/2021, 12:10 WIB

KOMPAS.com - Self healing adalah proses pemulihan yang kita lakukan untuk menyembuhkan diri dari luka batin di masa lalu.

Luka batin yang dimaksud termasuk gangguan psikologis, trauma, pengalaman buruk atau kejadian lainnya yang memberikan dampak buruk pada kondisi emosional kita.

Self healing memang semakin sering jadi pembahasan netizen, khususnya sejak awareness soal kesehatan mental terus meningkat.

Banyak yang menyadari pentingnya self healing untuk menghilangkan semua beban pikiran dan bisa move on untuk terus melanjutkan hidup.

Baca juga: Ramai Tempat Self Healing di jakarta, Bisa Hancurkan Botol hingga TV!

Tujuan self healing

Berdasarkan ilmu psikologi, self healing adalah proses penyembuhan yang hanya melibatkan diri sendiri untuk bangkit dari penderitaan yang pernah dialami dan memulihkan diri dari luka batin.

Tujuan dari self healing ini adalah untuk memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan membentuk pikiran positif dari apa yang telah terjadi. Self healing tidak hanya menyembuhkan pikiran dan jiwa namun juga tubuh kita.

Pasalnya, kondisi kesehatan mental atau emosional yang buruk juga bisa berpengaruh pada fisik kita. Sudah awam diketahui bahwa kesehatan emosional dan fisik sering berjalan bersamaan dan saling berkaitan.

Kadangkala, kondisi emosional yang buruk seperti stres atau kecemasan juga memicu penyakit fisik lainnya.

Baca juga: Pangeran Harry Gunakan Terapi Trauma EMDR untuk Meredakan Kecemasan

Siapa saja yang membutuhkan self healing?

Hampir semua orang memiliki sisa-sisa luka emosional yang didapatkan di masa lalu. Jadi kita semua sebenarnya bisa melakukan self healing dan mendapatkan manfaatnya.

Namun self healing akan lebih bermanfaat apabila kita benar-benar memiliki motivasi utuk terlibat dalam proses penyembuhan tersebut. Misalnya saja bersedia meluangkan waktu untuk menerapkan teknik dan aktivitas self healing dalam kehidupannya.

Ilustrasi marahfreepik Ilustrasi marah

Self healing juga membutuhkan waktu untuk menampakkan hasilnya dan tidak akan memberikan efek secara instan. Jadi penting untuk menjalani prosesnya dengan usaha yang optimal.

Pakar Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Primatia Yogi Wulandari, M.Si menjelaskan self healing sebenarnya merupakan teknik atau intervensi yang dilakukan ketika terjadi masalah atau gangguan psikologis.

Jadi, self healing diperlukan ketika ada pikiran atau perasaan yang mengganggu aktivitas dan fungsi sehari-hari.

Baca juga: Mental Care ITS: 3 Cara Self Healing untuk Sembuhkan Luka Batin

“Misalnya, ketika kita merasa segala sesuatunya menjadi membosankan; sering kehilangan konsentrasi; atau kecemasan yang terkadang tidak jelas sumbernya," ujarnya, dikutip dari situs Unair News.

Menurutnya, kita juga bisa mendeteksinya dari sinyal tubuh yang bersifat fisik. Misalnya saja merasa mudah lelah, susah tidur atau keluhan fisik lainnya tanpa penyebab yang jelas.

Self healing bisa dilakukan dengan yoga, meditasi atau aktivitas lain yang berguna memunculkan emosi positif yang akan berdampak pada munculnya hormon endorfin atau sering disebut 'hormon bahagia'.

Tidak semua orang mampu melakukan self healing

Self healing bisa dilakukan oleh semua orang namun tidak seluruhnya mampu menerapkannya. Ada orang yang merasa sulit untuk menyembuhkan dirinya sendiri sehingga membutuhkan bantuan profesional.

Primatia menguraikan, pendampingan langsung oleh psikolog akan membantu kita untuk menemukan kekuatan pribadinya agar bisa sembuh.

“Orang-orang seperti ini membutuhkan pendampingan langsung karena mereka akan merasa nyaman jika ada saran atau petunjuk yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, tanpa harus melakukan proses refleksi,” katanya.

Baca juga: 6 Langkah Bangkit dari Kegagalan dalam Pekerjaan

Refleksi adalah hal yang sangat penting selama proses self healing karena menjadi proses menafsirkan pengalaman kita. Proses ini membuat kita mengenali pikiran dan perasaan negatif untuk kemudian diterima sebagai hal yang benar-benar ada.

Misalnya saja kenangan buruk soal kematian anggota keluarga, pengalaman masa lalu atau fakta lain yang kurang menyenangkan.

"Penerimaan ini sangat penting agar individu menjadi lebih tenang dengan situasi dan lingkungan sekitarnya,” tandas Primatia.

Kita bisa dikatakan sembuh atau sukses melakukan self healing ketika sudah mampu memahami, menerima pikiran, perasaan yang mengganggu. Artinya, kita sudah merasa nyaman dan mampu untuk melakukan fungsi serta aktivitas sehari-hari.

Ia menekankan, semua individu memiliki potensi internal untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Pasalnya, kita adalah orang yang benar-benar tahu tentang diri kita termasuk self healing yang dibutuhkan.

Baca juga: 4 Alasan Mengapa Tidak Perlu Menyesali Kesalahan di Masa Lalu

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.