Kompas.com - 24/11/2021, 15:27 WIB
Semua bumbu rempah memiliki masa kedaluwarsa. Unsplash/Andrea LeonSemua bumbu rempah memiliki masa kedaluwarsa.

KOMPAS.com - Menambahkan bumbu dan rempah-rempah ke dalam makanan bukan hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga sangat bermanfaat bagi kesehatan kita.

Hal tersebut pun telah dibuktikan pada sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Oxford University atas nama American Society for Nutrition.

Dalam studi tersebut para peneliti menemukan makanan yang diberikan bumbu herbal dan remah sekitar 6,6 gram (sekitar 1,3 sendok teh)  dapat menurunkan tekanan darah pada orang dewasa setelah empat minggu.

Salah satu penulis studi dan profesor di Penn State University, Penny Kris-Etherton, juga mengatakan bahwa temuan ini menawarkan cara sederhana untuk membantu meningkatkan kesehatan jantung.

"Temuan paling mengejutkan bagi saya adalah bahwa penambahan sederhana bumbu dan rempah-rempah ke dalam makanan Barat rata-rata memiliki efek penurunan tekanan darah," terang Kris-Etherton kepada FOX Television Stations.

Baca juga: Tips Menyimpan Bumbu Dapur agar Awet Lama

Dia mengatakan, jika dikombinasikan dengan diet sehat (yang merupakan studi berikutnya yang akan dilakukan), efek penurunan tekanan darah tentu lebih signifikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk studi ini, para peneliti merekrut 71 orang dengan faktor risiko penyakit jantung. Tujuh puluh peserta menerima diet yang dialokasikan pertama dan 89 persen dari peserta yang ditugaskan secara acak menyelesaikan seluruh percobaan.

Para peserta mengonsumsi setiap makanan yang mengandung bumbu dan rempah-rempah dengan berbagai dosis (rendah, sedang, tinggi) selama empat minggu dengan istirahat dua minggu di antara setiap periode diet.

Sampel darah mereka kemudian diambil dari awal studi hingga setelah setiap periode diet.

"Ada 24 campuran bumbu dan rempah yang berbeda, termasuk kemangi, kayu manis, serta kunyit, yang dirancang untuk mensimulasikan cara orang menggunakan bumbu dan rempah yang berbeda sepanjang hari saat memasak," tulis para peneliti dalam rilisnya.

Dari hasil studi, para peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa peserta yang mengonsumsi makanan dengan bumbu dan rempah-rempah dosis tinggi memiliki tekanan darah sistolik yang lebih rendah daripada mereka yang makan dosis sedang dan rendah.

"Sepengetahuan kami, ini adalah studi makan terkontrol pertama yang menguji efek penggabungan campuran bumbu dan rempah-rempah ke dalam pola diet gaya Barat pada faktor risiko penyakit kardiometabolik," ungkap para peneliti.

Diet sehat merupakan salah satu cara untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Antara lain dengan membatasi asupan garam, gula, lemak jenuh, alkohol dan makanan olahan.

Baca juga: 8 Daftar Bumbu dan Rempah-rempah yang Mampu Meredakan Penyakit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber FOXNEWS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.