Kompas.com - 24/11/2021, 15:31 WIB

Beras cokelat adalah beras gandum utuh yang telah dihilangkan kulit pelindung luarnya, yang dikenal sebagai sekam.

Berbeda dari beras putih, beras cokelat masih mengandung lapisan dedak dan kuman, keduanya yang keduanya tinggi akan nutrisi.

Beberapa di antara mengandung antioksidan flavonoid apigenin, quercetin, dan luteolin.

Menurut Healthline, senyawa ini punya peran penting dalam pencegahan penyakit.

Konsumsi makanan tinggi flavonoid secara teratur berkairan dengan penurunan yang risiko penyakit, seperti penyakit jantung dan kanker tertentu.

Kalori beras cokelat menyediakan karbohidrat dan kalori yang relatif sama seperti beras putih, yang sudah dihilangkan dedak dan kumannya.

Namun, beras cokelat memiliki serat sekitar tiga kali lebih banyak dan protein lebih tinggi.

Serat dan protein membuat kita lebih merasa kenyang dan membantu mempertahankan berat badan ideal.

Itulah mengapa beras cokelat ketika diolah menjadi salah satu jenis nasi yang bagus untuk diet.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.