Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2021, 17:43 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kebahagiaan adalah salah satu emosi yang berevolusi dari psikologi manusia.

Dengan memahami akar evolusinya, kita dapat lebih mudah menemukan kebahagiaan di dalam kehidupan sehari-hari.

"Selama sejarah evolusi manusia, nenek moyang kita biasanya akan mengalami kebahagiaan ketika mereka dapat memenuhi kelangsungan hidup dan manfaat reproduksi muncul dalam kehidupan."

Demikian penuturan seorang profesor psikologi dan pendiri program Evolutionary Studies (EvoS) di State University of New York di New Paltz, Glenn Geher.

Baca juga: 7 Kunci Sukses Hidup Bahagia Bersama Pasangan

Di samping itu, seiring berkembangnya zaman, kebahagiaan juga dapat dirasakan dengan melakukan berbagai macam aktivitas.

Misalnya, dengan menghabiskan waktu di alam, mengerjakan proyek kreatif, atau terhubung dengan orang yang dicintai.

Lebih lanjut, Geher membagikan beberapa tips yang dapat kita coba untuk membuat hidup menjadi lebih bahagia.

1. Makan sehat dan enak

Menurut Geher, manusia berevolusi untuk memilih makanan yang menambahkan lemak pada tulang, mengantisipasi kekeringan, dan kelaparan.

"Kita berevolusi untuk lebih memilih makanan yang kaya akan karbohidrat dan garam," kata dia.

"Ironisnya, industri makanan modern telah membajak preferensi makanan tersebut."

"Inilah mengapa tempat-tempat makan fast food sangat pandai menghasilkan uang dan mendistribusikan makanan yang sangat tidak sehat," sambung dia.

Karena alasan ini, makan sesuatu yang hanya enak saja tidak selalu memiliki efek yang mendorong kebahagiaan di dunia modern.

Dan makanan seperti itu mungkin datang dengan rasa bersalah karena tidak mampu mengendalikan impuls seseorang.

"Memilih makanan alami seperti sayur atau buah-buahan bisa lebih enak dan umumnya juga bebas dari rasa bersalah," ujar Geher.

Dia pun menyarankan kita untuk lebih banyak mengonsumsi makanan-makanan alami yang sehat dan enak seperti anggur, salmon, ubi jalar, dan lainnya agar bisa menjadi lebih bahagia.

2. Berbagi kreativitas

Semangat kreatif adalah bagian dasar dari psikologi kita yang berkembang. Kita pasti mengagumi orang lain yang kreatif dan cenderung bersukacita dalam proses kreatif.

Geher mengungkapkan, kreativitas dihormati secara luas karena memiliki segala macam manfaat dalam hal bertahan hidup dan bereproduksi.

Baca juga: Hidup Bahagia Jadi Jomblo, Bisa Kok!

Selanjutnya, kreativitas pada dasarnya adalah usaha sosial dan membagikannya dengan orang lain adalah bagian penting dari kebahagiaan manusia yang begitu mendasar sebagai makhluk sosial.

"Kreativitas itu tidak ada habisnya. Kita bisa menulis cerita singkat, membagikan lelucon  dengan teman, atau mungkin menggambar sesuatu," kata dia.

Baik itu besar atau kecil, membagikan sesuatu yang kreatif dengan seseorang akan membuatnya merasa lebih dihargai, dan mungkin dia juga akan kembali berbagi dengan kita.

Jadi, sekecil apa pun itu, berbagi sesuatu yang kreatif akan membawa kita menuju pada kebahagiaan setiap hari.

3. Habiskan waktu di alam

Seperti yang kita tahu, nenek moyang kita selalu berada dan hidup di alam terbuka. Kita bahkan berevolusi untuk dikelilingi oleh udara segar, tumbuhan, dan hewan-hewan.

Air alami, langit, dan matahari adalah semua hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari nenek moyang kita.

Dengan demikian, kita juga harus mengembangkan kecintaan yang kuat terhadap alam untuk bisa mengembangkan rasa bahagia.

"Berlari, berjalan-jalan, atau melakukan pendakian di hutan adalah cara yang tepat menghabiskan waktu di alam," ujar dia.

"Tapi apa pun jadwal kita, pastikan untuk mendapatkan waktu mengeksplorasi alam yang dapat meningkatkan kebahagiaan," ujar dia.

4. Berbagi dengan keluarga

Seperti yang terjadi pada banyak spesies, keluarga pun penting dalam pengalaman manusia.

"Dari perspektif evolusi, keluarga adalah orang-orang spesial di dunia yang secara tidak proporsional berbagi kombinasi genetik tertentu dengan diri kita sendiri," kata Geher.

Baca juga: 9 Kiat Ampuh Merebut Hati Mertua dan Hidup Bahagia

"Maka dari itu, keluarga kita tentunya memiliki minat evolusioner yang melekat pada kesuksesan kita."

"Inilah sebabnya mengapa darah lebih kental daripada air," tambah dia.

Jadi, pikirkan anggota keluarga yang akrab dengan kita dan kirimkan pesan atau telepon kepada mereka.

Lalu, pastikan kita bisa saling berbagi cerita atau berkomunikasi satu sama lain.

5. Menemukan cinta

Dalam pengalaman manusia, cinta dan kebahagiaan berjalan beriringan.

Untuk alasan ini, menemukan dan mengembangkan hubungan cinta adalah bagian penting dari menjadi manusia.

Sebab, cinta memiliki cara untuk memfasilitasi kebahagiaan yang benar-benar tidak dapat ditandingi.

Baca juga: Hidup Bahagia Dimulai dengan Tidur dan Seks Berkualitas

Pikirkan seseorang yang benar-benar kita cintai di dunia ini. Bisa jadi pasangan, orangtua, teman, dan lainnya.

Kemudian, jangkau orang itu, dan kita bisa berbagi atau saling terhubung untuk mendapatkan kebahagiaan.

"Hubungan cinta sangat mirip dengan taman. Jika dibudidayakan dan dirawat secara teratur, hubungan cinta akan tumbuh dengan indah," tutur Geher.

"Tapi jika sering diabaikan, hubungan cinta akan terbuang sia-sia."

"Jadi, pastikan untuk secara aktif memupuk setidaknya satu hubungan cinta dan kita akan merasa bahagia," imbuh dia. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sederat Karya Mendiang Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo

Sederat Karya Mendiang Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo

Feel Good
3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Fitting Baju Pengantin Adat Batak

3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Fitting Baju Pengantin Adat Batak

Look Good
Jarang Beli, Rania Yamin Lebih Sering Pakai Baju Eyang

Jarang Beli, Rania Yamin Lebih Sering Pakai Baju Eyang

Look Good
Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia, Ketahui 6 Fakta Mooryati Soedibyo Sang 'Empu Jamu'

Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia, Ketahui 6 Fakta Mooryati Soedibyo Sang 'Empu Jamu'

Feel Good
Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun, Ini Sederet Kiprahnya

Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun, Ini Sederet Kiprahnya

Feel Good
Tips dan Cara Tepat Menyimpan Baju Pengantin di Rumah

Tips dan Cara Tepat Menyimpan Baju Pengantin di Rumah

Look Good
Zodiak yang Paling Setia dalam Hubungan dan Pertemanan, Apa Saja?

Zodiak yang Paling Setia dalam Hubungan dan Pertemanan, Apa Saja?

Feel Good
Awas, Terlalu Lama Main Gawai Picu Tantrum pada Anak

Awas, Terlalu Lama Main Gawai Picu Tantrum pada Anak

Feel Good
Viral Bayi Meninggal Setelah Dipijat Nenek, Begini Cara Menolak Saran Pengasuhan Orang Terdekat 

Viral Bayi Meninggal Setelah Dipijat Nenek, Begini Cara Menolak Saran Pengasuhan Orang Terdekat 

Tanya Pakar - Parenting
Ada Tempat Bikin Baju Pengantin Batak di Jakarta, Apa Warna Terfavorit?

Ada Tempat Bikin Baju Pengantin Batak di Jakarta, Apa Warna Terfavorit?

Look Good
Cerita Para Atlet Disabilitas, Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan

Cerita Para Atlet Disabilitas, Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan

Feel Good
Sering Disepelekan, Ini 6 Kebiasaan yang Menurunkan Fungsi Otak

Sering Disepelekan, Ini 6 Kebiasaan yang Menurunkan Fungsi Otak

Feel Good
9 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Otak Cerdas dan Pintar

9 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Otak Cerdas dan Pintar

Feel Good
6 Jenis Kain yang Berbahaya bagi Bayi, Ketahui Risikonya 

6 Jenis Kain yang Berbahaya bagi Bayi, Ketahui Risikonya 

Feel Good
Apakah Baju Pengantin dan Tunangan Adat Batak Harus Beda?

Apakah Baju Pengantin dan Tunangan Adat Batak Harus Beda?

Look Good
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com