Kompas.com - 02/12/2021, 10:45 WIB
Ilustrasi ibu dan bayi Ilustrasi ibu dan bayi

KOMPAS.com - HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang amat berbahaya. Selain melemahkan sistem kekebalan tubuh, semakin lama HIV bisa berkembang menjadi AIDS yang berpotensi merenggut nyawa penderitanya.

Ada sejumlah cara penularan HIV. Diantaranya, melalui hubungan seks vagina atau anal, berbagi jarum, tertular dengan jarum yang memiliki darah terinfeksi HIV, dan memasukkan darah, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi HIV ke dalam luka di tubuh.

Lalu, dari semua cara penularan HIV tersebut, apakah virus ini bisa menular dari ibu ke anak ketika masih di dalam kandungan atau menyusui?

Dilansir dari situs resmi Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS yang didukung oleh Minority HIV/AIDS Fund, Rabu (1/12/2021), ibu yang positif HIV dapat menularkan HIV kepada bayinya kapan saja selama periode kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Agar bayi tetap aman dan lahir sehat tanpa terjangkit HIV, berikut ini cara-cara yang dapat dilakukan.

Cara pencegahan

Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), perempuan hamil yang tetap menerima pengobatan HIV selama kehamilan dan tidak menyusui bayinya, sangat mungkin mengurangi risiko bayinya terkena HIV.

Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan adalah melakukan tes HIV sesegera mungkin bagi perempuan hamil yang melakukan kontak dengan pasangannya yang terinfeksi HIV.

Tes ini dapat dilakukan pada trimester ketiga kehamilan.

Kemudian, NHS mengatakan, mengurangi risiko pemularan HIV dari ibu ke bayi bisa dilakukan dengan:

  • minum obat antiretroviral selama kehamilan, bahkan jika tidak memerlukan pengobatan HIV untuk kesehatan diri sendiri
  • mempertimbangkan pilihan antara persalinan sesar atau pervaginam dengan dokter
  • susui bayi dengan botol bayi dan jangan menyusui karena virus dapat ditularkan melalui ASI
  • gunakan resep obat antiretroviral untuk bayi hingga empat minggu setelah mereka lahir

Baca juga: Jangan Salah Sebut, HIV dan AIDS Beda Istilah

Apakah operasi caesar mengurangi risiko penularan HIV?

Dengan kemajuan dalam dunia medis saat ini, sebenarnya persalinan normal atau pervaginam tidak meningkatkan risiko penularan HIV ke bayi. Namun, ada dua hal yang harus diperhatikan:

Halaman:


Video Pilihan

Sumber NHS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.