Kompas.com - 03/12/2021, 06:16 WIB
|
Editor Wisnubrata

Setelah menggunakan gergaji berlian untuk memotong, peneliti menemukan bahwa batu itu memiliki persentase besi yang tinggi (chondrite H5).

Terdapat juga kristal kecil dari mineral logam di seluruh bagian batu yang disebut chondrules.

"Batu itu membawa kita kembali ke masa lalu, memberikan petunjuk tentang usia, pembentukan, dan kimia dari tata surya kita termasuk Bumi."

"Beberapa meteorit memberikan gambaran sekilas tentang bagian dalam planet kita."

"Pada beberapa meteorit, ada debu bintang yang bahkan lebih tua dari tata surya kita, yang menunjukkan bagaimana bintang terbentuk dan berevolusi untuk menciptakan unsur-unsur tabel periodik."

"Meteorit langka lainnya mengandung molekul organik seperti asam amino, bahan penyusun kehidupan," papar Henry lebih lanjut.

Para peneliti belum mengetahui dari mana meteorit itu berasal dan sudah berapa lama berada di Bumi, tetapi mereka memiliki sejumlah dugaan.

Tata surya kita dulunya merupakan tumpukan debu dan batu kondrit yang berputar.

Kemudian, gravitasi menarik banyak debu dan batu kondrit secara bersamaan menjadi planet. Sisa debu dan batu tersebut berada di sabuk asteroid besar.

"Meteorit ini kemungkinan besar keluar dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, dan terdorong oleh beberapa asteroid yang menabrak satu sama lain, lalu menabrak Bumi," jelas Henry.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.