Kompas.com - 05/12/2021, 07:40 WIB
Ilustrasi obat Covid-19. Inggris setujui penggunaan obat sotrovimab untuk pengobatan Covid-19 bergejala ringan hingga sedang. Produsen obat, GlaxoSmithKline (GSK), mengatakan, obat antibodi ini kemungkinan bisa melawan varian Omicron. SHUTTERSTOCK/GlaxoSmithKline (GSK)Ilustrasi obat Covid-19. Inggris setujui penggunaan obat sotrovimab untuk pengobatan Covid-19 bergejala ringan hingga sedang. Produsen obat, GlaxoSmithKline (GSK), mengatakan, obat antibodi ini kemungkinan bisa melawan varian Omicron.

KOMPAS.com – Covid-19 memang bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kendati demikian, orang berusia lanjut dan yang memiliki komorbid memang lebih rentan. 

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa golongan darah mempengaruhi kerentanan terhadap Covid-19.

Sebuah penelitian yang dirilis oleh Sir Ganga Ram Hospital (SGRH) menunjukkan bahwa orang-orang dengan golongan darah A, B dan Rh+ lebih rentan terhadap infeksi Covid-19. Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah O, AB dan Rh- memiliki risiko infeksi yang lebih rendah.

Berdasarkan temuan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, pria dengan golongan darah B lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan dengan wanita dengan golongan darah yang sama.

Namun dalam kasus golongan darah AB, orang yang berusia kurang dari 60 tahun lebih rentan terhadap infeksi.

Baca juga: Cegah Penularan Lebih Dini, Satgas Covid-19 Gencarkan 4 Tahap Penelusuran Kontak

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A dan Rh+ membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, sedangkan mereka yang bergolongan darah O dan Rh- dapat pulih dengan cepat.

Bagaimana pendapat ahli?

Dr Rashmi Rana, Konsultan dari Departemen Riset SGRH, mengatakan bahwa Covid-19 adalah virus baru, sehingga masih banyak hal yang belum diketahui tentang itu. Jadi, motif penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang peran golongan darah dalam risiko atau perkembangan penyakit menular.

Sementara itu, Dr Vivek Ranjan, rekan penulis dan Ketua Departemen Transfusi Darah di SGRH mengatakan bahwa golongan darah A,B,O dan/atau Rh mungkin tidak bertanggung jawab atas asosiasi tersebut.

Menurutnya, hal Ini mungkin merupakan indikasi dari faktor-faktor yang mendasari dan belum diselidiki seperti komorbiditas, yang perlu dipelajari secara rinci.

Baca juga: Benarkah Ada Golongan Darah Tertentu yang Rentan Kena Diabetes?

Bagaimana menurut penelitian lain?

Ini bukan pertama kalinya sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui peran golongan darah dalam penularan Covid-19. Banyak penelitian telah dilakukan sebelumnya, meski masih banyak kontradiksi.

Beberapa penelitian memang menunjukkan adanya hubungan itu, sementara penelitian lain menunjukkan sebaliknya, tidak ada hubungan sama sekali antara golongan darah dan infeksi Covid-19.

Jadi, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apa pun terkait hubungan golongan darah dengan risiko dan tingkat keparahan Covid-19. 

Baca juga: Omicron Jadi Varian Terbaru Covid-19, Mengapa Virus Terus Bermutasi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.