Kompas.com - 06/12/2021, 09:20 WIB

Tim kedua mencakup sekitar 11.000 pria berusia antara 20 dan 65 tahun, yang tidak memiliki diagnosis penyakit jantung sebelumnya.

Baca juga: Awalnya Dikira Covid-19, Ternyata Paru-paru Gadis Ini Rusak karena Vaping

Studi menyimpulkan, penggunaan rokok elektrik di kedua kelompok itu punya risiko disfungsi ereksi dua kali lipat, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menggunakan rokok elektrik.

Kadar nikotin tinggi

Walaupun rokok tembaku sudah lama dikaitkan dengan risiko impotensi yang lebih tinggi, El Shahawy mengatakan risiko yang lebih tinggi justru ada di pengguna rokok elektrik.

"Bagian yang mengejutkan adalah bahwa temuan itu konsisten dalam semua jenis evaluasi yang kami lakukan, bahkan ketika kami mengecualikan orang dengan kondisi jantung sebelumnya," tambahnya.

Ia menduga mungkin hal itu karena nikotin dalam rokok elektrik cukup tinggi atau ada komponen lain dalam e-liquid yang berpotensi memengaruhi fungsi ereksi.

"Tidak jelas apakah rokok elektrik lebih aman atau lebih baik dari rokok tradisional," kata Patricia Folan, Direktur Northwell Health Center for Tobacco Control di Great Neck, New York.

"Meskipun produsen rokok elektrik berpendapat bahwa produk tersebut aman dan efektif dalam membantu perokok rokok tradisional untuk berhenti, penelitian belum menunjukkan hal itu," kata Folan, yang juga memiliki perhatian pada penggunaan rokok elektrik.

Data menunjukkan juga bahwa rokok elektrik dapat menyebabkan eksaserbasi asma, penyakit pernapasan yang serius, membahayakan kesehatan jantung, dan penggunaan produk nikotin/ tembakau oleh kaum muda yang kemungkinan besar tidak akan pernah merokok.

Baca juga: Gejala Disfungsi Ereksi Bukan Cuma Mr.P Sulit Tegang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
Sumber WebMD


Video Pilihan

Konten Sensitif

Halaman ini berisi konten sensitif untuk batasan usia tertentu.

Usia kamu belum sesuai untuk melihat halaman ini

Lihat Artikel Lain
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.