Kompas.com - 06/12/2021, 17:39 WIB

KOMPAS.com - NWR sempat beberapa kali mengungkapkan keinginan bunuh diri ketika mengalami depresi sebelum benar-benar mengakhiri hidupnya.

Ia menyampaikanya beberapa kali melalui akun media sosialnya karena beratnya depresi yang dideritanya. Tragisnya, ungkapan hatinya itu tidak mendapatkan penanganan dengan baik sampai akhirnya terlambat.

Nopi Rosyida, Psikolog Gadjah Mada Medical Center mengatakan depresi merupakan salah satu penyebab munculnya keinginan bunuh diri.

"Penyebabnya banyak, namun salah satunya depresi.” papar Nopi, dikutip dari situs resmi Universitas Gadjah Mada.

Ia menjelaskan, pertolongan pertama pada bunuh diri dapat dimulai dengan diri sendiri. Pertama dengan menyadari apa yang sedang terjadi dengan memikirkan pemicunya, sensasi fisik, emosi yang dipikiran dan pikiran yang muncul di benak kita.

Baca juga: Mengupas Tindakan Bunuh Diri, Risiko Terbesar Penderita Depresi

Langkah kedua, kita bisa mengalihkan pikiran ketika muncul keinginan untuk bunuh diri. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat daftar aktifitas untuk mengalihkan ide melukai diri sendiri.

Pertolongan terakhir ketika muncul keinginan bunur diri adalah dengan menulis jurnal dan mencari bantuan seperti psikolog atau psikiater.

Selain diri sendiri, kita juga bisa menjadi penolong pertama pada kenalan atau teman yang memiliki risiko tindakan bunuh diri alias orang dengan kecenderungan bunuh diri.

Nopi menguraikan, prinsip pertolongan pada orang lain itu adalah look, listen, dan link.

Look dilakukan dengan mengamati apa yang dibutuhkan oleh orang tersebut. Kemudian berikan bantuan secukupnya, tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit.

Kemudian listen dilakukan dengan menyimak keluhan orang tersebut namun tidak perlu memaksanya untuk bercerita.

"Jangan memaksakan bantuan karena mengambil jarak juga merupakan PFA (Psychological First Aid)."

Baca juga: Bripda Randy Dipecat dan Ditahan, Polisi Duga Tersangka Paksa Mahasiswi Lakukan Aborsi 2 Kali

Setelah itu, link dilakukan dengan mengajak orang dengan risiko bunuh diri menemui profesional, apabila kondisinya memungkinkan.

Psikolog Nurul Kusuma menambahkan tindakan bunuh diri dapat dicegah dengan menilai kemungkinan risiko tersebut.

Mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan penghiburan, dan informasi serta mencari bantuan bisa menjadi cara memberikan dukungan. Selain itu, penting juga untuk mendorong orang tesebut melakukan self-elp dan strategi dukungan lain.

Baca juga: Soroti Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Ernest Prakasa dan Melanie Subono Minta Diusut Tuntas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber UGM


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.