Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui, Manfaat dan Risiko Memakai "Selimut Berat"

Kompas.com - Diperbarui 31/01/2023, 15:37 WIB
Gading Perkasa,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber Healthline

1. Kecemasan

Salah satu kegunaan utama selimut berat adalah untuk mengobati kecemasan.

Stimulasi tekanan dalam dapat membantu mengurangi gairah otonom, jenis gairah yang bertanggung jawab atas gejala fisik kecemasan, seperti peningkatan detak jantung.

2. Autisme

Kesulitan tidur merupakan salah satu ciri autisme, dan ini banyak dialami oleh anak.

Satu studi kecil pada 2017 menemukan adanya manfaat positif dari terapi tekanan dalam pada beberapa orang yang menderita autisme.

Manfaat terapi tekanan dalam juga dapat diperoleh apabila mereka menggunakan selimut berat.

3. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD)

Sebuah penelitian pada 2014 mengungkap manfaat rompi pemberat bagi penderita gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau ADHD.

Dalam studi ini, peneliti menjelaskan bahwa rompi pemberat digunakan dalam terapi ADHD untuk memperbaiki perhatian dan mengurangi gerakan hiperaktif.

Baca juga: Keluarkan Kaki Anda dari Selimut agar Cepat Tidur

Studi ini menemukan hasil yang menjanjikan bagi peserta yang menggunakan rompi pemberat selama uji coba.

Para peserta mengalami penurunan dalam hal meninggalkan tugas dan merasa gelisah.

4. Insomnia dan gangguan tidur

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti kebiasaan bermain gadget, lingkungan rumah, atau asupan makanan tertentu.

Selimut berat dapat membantu meredakan insomnia dan gangguan tidur lain.

Tekanan tambahan dari pemakaian selimut dapat membantu menenangkan detak jantung dan pernapasan.

Hal ini akan membuat kita lebih mudah rileks dan mendapatkan istirahat malam yang baik.

5. Osteoartritis

Belum ada studi yang membahas tentang penggunaan selimut berat untuk osteoartritis.

Namun, ada satu penelitian terkait terapi pijat, di mana 18 penderita osteoarthritis menerima terapi pijat pada salah satu lutut mereka selama delapan minggu.

Halaman:
Sumber Healthline
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com