Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/12/2021, 18:46 WIB

KOMPAS.com – Pandemi tidak hanya membuat jutaan orang terjangkit Covid-19, melainkan juga gangguan kesehatan akibat stres, kecemasan, atau pun adaptasi terhadap kehidupan yang serba terbatas. 

Di Amerika misalnya, orang-orang yang tidak mendapat perawatan terhadap kondisi depresi dan kecemasan pada akhirnya menderita hipertensi.

Fakta ini terungkap usai sekelompok peneliti di AS memperhatikan jumlah penderita hipertensi dari tahun ke tahun. Dari pengamatan mereka, tidak ada perbedaan antara data tahun 2019 dan awal 2020, sebelum AS memberlakukan lockdown.

Meski begitu, para peneliti justru melihat peningkatan penderita hipertensi yang secara mengejutkan melonjak mulai dari bulan April hingga Desember 2020.

Peningkatan ini terjadi kala AS ketika sedang berupaya mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Dan, dari data yang diamati, para peneliti mendapati perempuan berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penderita hipertensi.

“Ini mengkhawatirkan karena peningkatan secara berkelanjutan dapat meningkatkan risiko lain, seperti stroke dan serangan jantung,” ujar Dr. Luke Laffin, penulis utama studi yang juga co-director Center for Blood Pressure Disorders di Cleveland Clinic.

"Banyak faktor yang kami lihat. Seperti, orang-orang yang pergi ke gym lebih sedikit, lebih stres, kurang tidur, makan lebih buruk dan semuanya dapat memiliki dampak yang cukup signifikan pada tekanan darah,” tambahnya.

Baca juga: Waspadai, 3 Asupan Tampak Sehat yang Bisa Picu Hipertensi

Perempuan menanggung beban besar

Hipertensi merupakan penyakit yang mendapat julukan sebagai “The Silent Killer” atau pembunuh senyap sebab sering tidak bergejala namun bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius.

Para peneliti mengatakan, beban besar yang dialami perempuan selama pandemi dikarenakan para ibu bekerja harus tetap bertanggung jawab terhadap tuntutan pekerjaan mereka, membantu anak-anak yang sekolah daring, mengurus pekerjaan rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Menariknya, kenaikan berat badan bukanlah alasan bagi peningkatan tekanan darah pada tahun 2020. Sebabnya, laki-laki kehilangan berat badan rata-rata selama waktu itu, sementara perempuan memperoleh peningkatan berat badan yang sama seperti sebelum pandemi.

Para peneliti juga mencatat bahwa peningkatan penderita hipertensi turut didukung oleh kebiasaan minum lebih banyak alkohol, fisik kurang aktif, mengalami stres, sedikit mendapatkan perawatan medis, dan tidak rutin menjalani pengobatan.

Baca juga: Bahaya Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Laffin menduga tekanan darah orang-orang tidak akan kembali seperti sebelum pandemi untuk saat ini dan tidak akan naik lebih jauh.

Ia justru memperkirakan tekanan akan mendatar pada tingkat yang meningkat saat ini. Jika terus berlanjut, Laffin memprediksi dalam tiga hingga lima tahun ke depan akan terjadi peningkatan serangan stroke, serangan jantung, dan penyakit kardiovaskular.

Cara menjaga tekanan darah

Meski hipertensi bisa disebabkan oleh faktor keturunan, bukan berarti penyakit darah tinggi ini tidak dapat dicegah.

Hal utama adalah kita perlu mengetahui berapa angka tekanan darah. Cobalah lakukan pemeriksaan tekanan darah secara tahunan atau memonitor tekanan darah di klinik, puskesmas, atau pun apotek.

“Banyak orang tidak tahu bahwa tekanan darah mereka terlalu tinggi, terutama jika mereka tidak mendapatkan perawatan medis yang teratur, dan kemudian mereka telah mengalami kerusakan organ akhir, penebalan otot jantung, bahkan menderita penyakit ginjal,” kata Lafin.

Jika tekanan darah meningkat, sebaiknya segera bicarakan dengan dokter untuk mengetahui langkah yang harus dilakukan selanjutnya.

Baca juga: 10 Perubahan Gaya Hidup untuk Menurunkan Tekanan Darah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Today
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com