Kompas.com - 12/12/2021, 14:16 WIB

KOMPAS.com - Banyak hal dalam hidup kita yang akan berubah setelah kita menginjak usia 50 tahun ke atas yang mungkin memengaruhi betapa sulitnya mendapatkan tubuh langsing.

Faktanya, seiring bertambahnya usia, kita akan mulai kehilangan massa otot yang dapat menyebabkan metabolisme tubuh kita menjadi lebih lambat. 

Ditambah lagi, kebiasaan makan yang buruk dan penuh dengan kalori dapat meningkatkan berat badan karena kemampuan tubuh memproses makanan-makanan ini sudah tidak sebaik waktu kita masih lebih muda.

Baca juga: Sindrom Inflamasi Multisistem pada Anak yang Terinfeksi Covid-19

Nah, para ahli pun membagikan beberapa tips mengenai kebiasaan makan yang sehat supaya tubuh kita tetap langsing setelah berusia 50 tahun.

1. Belajarlah untuk mengenali rasa lapar fisik

"Kembangkan keterampilan makan intuitif dengan belajar mengenali rasa lapar fisiologis yang sebenarnya dan bagaimana hal itu berbeda dari rasa lapar emosional,"

kata seorang ahli gizi dari Waistline Dietitian, Laura Krauza MS, RDN.

Dia pun merekomendasikan kita untuk melakukannya dengan membentuk kebiasaan makan setiap tiga hingga empat jam dan memastikan untuk memasukkan makanan kaya protein setiap kali makan sepanjang hari.

Sebab, protein dicerna lebih lambat daripada karbohidrat yang menjaga rasa lapar lebih lama bahkan ketika kita stres, sehingga kita mungkin akan mencapai perbaikan emosional yang lebih baik.

2. Mengurangi karbohidrat

Menurut ahli diet untuk Wellness Verge, Ana Reisdorf, MS, RD, ketika kita berusia 40 tahun dan memasuki usia 50-an, tampaknya segalanya mulai berantakan.

Misalnya, hormon kita akan menjadi aneh, tidur menjadi kacau, dan kita mulai menambah berat badan di area yang belum pernah kita alami sebelumnya.

Baca juga: Tips Langsing ala Meghan Markle, Mudah Dipraktikkan

"Mengurangi jumlah karbohidrat atau memakannya seimbang dengan protein dapat membantu," terangnya.

"Makanlah setidaknya lima porsi sayuran sehari dan usahakan untuk makan antara 80-120 gram protein per hari," sambung dia.

Selain itu, Reisdorf juga merekomendasikan untuk membatasi kafein hingga dua cangkir kopi per hari untuk menghindari gangguan tidur dan hormon yang sangat penting, serta membatasi alkohol tidak lebih dari dua minuman per hari.

3. Mengurangi makanan yang digoreng

Meskipun makanan yang digoreng harus dikurangi pada usia berapa pun, lebih penting lagi untuk menghilangkannya seiring bertambahnya usia.

Ahli gizi sekaligus penulis The Candida Diet, Lisa Richards mengungkapkan bahwa pada usia 40 dan 50 tahun, metabolisme kita sudah mulai melambat.

Sehingga, tambahan kalori dan lemak jenuh dari makanan yang digoreng hanya akan menyebabkan peningkatan berat badan, penyakit jantung, serta penyakit kronis lainnya.

4. Mengonsumsi lebih banyak kalsium

"Bahkan sebelum kita berusia 50 tahun, kita perlu meningkatkan asupan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang," ujar Richards.

Menurut dia, hal ini sangat penting, khususnya bagi wanita untuk mencegah osteoporosis.

Yoghurt tanpa pemanis adalah sumber kalsium yang sangat baik, tetapi kita juga bisa mendapatkan kalsium dari sumber non-susu seperti sayuran berdaun hijau, sarden, biji-bijian, kacang-kacangan, lentil, tahu, dan minuman yang mengandung kalsium.

5. Meningkatkan metabolisme dengan protein

Ahli diet terdaftar di Fresh Communications, Bianca Tamburello, RD, mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan berprotein tinggi dapat membantu meningkatkan jumlah kalori atau energi yang dibakar tubuh dalam beberapa cara.

Baca juga: Cara Langsing Alami dalam 7 Hari, Tanpa Risiko Kesehatan

Sebuah studi juga menunjukkan bahwa tubuh kita menggunakan lebih banyak energi untuk memecah dan mencerna protein daripada makanan lain seperti karbohidrat dan lemak.

"Ini berarti bahwa mengonsumsi makanan kaya protein secara teratur dari waktu ke waktu dapat membantu kita membakar lebih banyak kalori dan mendukung tujuan penurunan berat badan," jelasnya.

Di samping itu, protein juga dapat membantu menjaga otot untuk mencegah penurunan metabolisme.

"Makanlah sumber protein tanpa lemak yang baik seperti telur, kacang-kacangan, polong-polongan, dan dua hingga tiga porsi salmon atau makanan laut lainnya yang rendah merkuri per minggu," saran Tamburello.

6. Perbanyak serat dengan kacang-kacangan dan biji-bijian

"Sensitivitas insulin menurun seiring bertambahnya usia, artinya tubuh kurang siap untuk mengelola fluktuasi gula darah seperti dulu," terang pemilik Mea Nutrition, Isa Kujawski, MPH, RDN.

Maka dari itu, gula darah tinggi yang kronis dapat menyebabkan pra-diabetes dan diabetes tipe 2.

Untuk menjaga gula darah tetap stabil, setiap makan harus seimbang dengan serat, protein, dan lemak.

Baca juga: Diet Anti-Inflamasi Diklaim Mampu Perpanjang Usia

Kujawski juga merekomendasikan untuk fokus pada makan karbohidrat kompleks seperti biji-bijian dan kacang-kacangan daripada roti putih, pasta, makanan ringan yang diproses, dan makanan yang dipanggang.

7. Hilangkan makanan penyebab inflamasi

Ahli gizi dan penasihat medis untuk Medical Solutions BCN, Heather Hanks, MS, CAM, mengatakan bahwa makanan penyebab inflamasi dapat berkontribusi terhadap obesitas dan membuat kita sulit untuk kurus.

Makanan penyebab inflamasi terburuk adalah gula halus, makanan olahan, dan makanan yang digoreng.

"Pilih satu hari untuk berbelanja dan menyiapkan bahan makanan yang memudahkan kita untuk makan sehat selama seminggu saat kita sibuk dan ingin cepat-cepat mengambil sesuatu untuk dimakan," sarannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.