Kompas.com - 15/12/2021, 07:58 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sejak dirilis pada Rabu (8/12/2021) lalu, Patek Philippe Tiffany & Co. 5711/1A-018 Nautilus memang telah menjadi buah bibir.

Betapa tidak, selain merupakan hasil kolaborasi pertama antara Patek Philippe dan Tiffany & Co., arloji ini merupakan bagian dari seri 5711, yang produksinya tengah dihentikan.

Kini, arloji langka yang dinamai “Tiffany Blue” ini kembali dibicarakan orang setelah terjual dengan harga 6.503.000 atau sekitar Rp 93 miliar di Balai Lelang Phillips.

Angka tersebut otomatis membuat arloji ini masuk ke dalam daftar delapan arloji termahal, sekaligus Nautilus dengan harga tertinggi di dunia.

Arloji yang awalnya diperkirakan akan terjual dengan harga melebihi 50.000 dolar AS (sekitar Rp715,8 juta) ini, mulanya ditawar dengan harga 20.000 dolar (sekitar Rp286 juta) saja, dan perlahan naik ke angka yang diperkirakan, yaitu 50.000 dolar AS.

Baca juga: Arloji Tiffany Blue Nautilus Langka dari Patek Philippe akan Dilelang

 

Namun, angka itu mendadak melonjak, dengan harga yang naik sebesar 100.000 dolar AS (sekitar Rp 1,43 miliar) setiap penawarannya.

Setelah mencapai harga fantastis sebesar 3,5 juta dolar AS, penawaran terus meningkat, hingga diputuskan bahwa arloji tersebut terjual dengan harga 5,35 juta dolar AS pada pembeli asal New York.

Kendati demikian, berkat adanya auction premium, harga arloji ini meningkat, menjadi 6.503.000 atau sekitar Rp 93 miliar, dan semua hasilnya akan disumbangkan pada organisasi lingkungan yang berbasis di Amerika Serikat, The Nature Conservancy.

Patek Philippe Nautilus Tiffany Patek Philippe Nautilus Tiffany
Harga fantastis itu tentu memunculkan kontoversi di antara penggemar dan kolektor. Pasalnya, hampir semua arloji dalam daftar 10 arloji termahal yang dijual di lelang adalah barang antik yang signifikan secara historis.

Misalnya Rolex Daytona pribadi Paul Newman, atau arloji haute horlogerie satu-satunya di dunia yang sangat kompleks seperti Patek Grandmaster Chime 'Only One' ref.6300A-010.

Baca juga: 5 Jam Tangan Termahal di Dunia, Apa Saja?

Bahkan, Logan Baker dari Hodinkee berpendapat bahwa meski beberapa penggemar menyukainya, para skeptis akan memandang Patek Philippe 5711/1A-018 dengan dial yang bertuliskan Tiffany & Co. ini sebagai produk yang sengaja dibuat langka, menunjukkan adanya sesuatu yang salah dalam pasar arloji saat ini.

Namun, sebenarnya ini bukan kali pertama pelelangan Patek Philippe Nautilus membuat kita mengerutkan alis. Sebab, sebelumnya Nautilus serupa dengan warna dial hijau dan masih terbungkus terjual senilai 470.000 dolar AS, atau sekitar 13 kali harga eceran.

Pelalangan yang digelar pada bulan Juli tersebut tentu menimbulkan kontroversi. Sebab, banyak yang mengatakan bahwa arloji factory-sealed seharusnya tidak pernah ada.

Baca juga: Kejutan, Patek Philippe Nautilus Hijau Bersegel Plastik Terjual Rp 5 Miliar

Kembali ke Tiffany Blue, memang tak bisa dipungkiri bahwa arloji ini dibuat khusus untuk merayakan 170 tahun kerja sama antara Tiffany & Co. dan Patek Philippe, dan hanya tersedia sebanyak 170 buah saja, dengan 169 sisanya hanya tersedia di gerai Tiffany di New York, Beverly Hills, dan San Fransisco.

Mungkin, itulah yang menjadi alasan mengapa arloji pertamanya bisa terjual dengan sangat tinggi. Pasalnya, arloji 'Tiffany Blue' dalam pelelangan menjadi satu-satunya arloji yang dijual di luar butik-butik itu. 

Namun, hingga kini masih belum jelas apakah 169 arloji sisanya akan terjual dengan harga yang sama dengan harga di pelelangan atau tidak. Mari kita tunggu saja laporannya.

Baca juga: Keren, Tiga Arloji Baru Besutan Patek Philippe

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.