Kompas.com - 16/12/2021, 13:48 WIB

"Sebenarnya meminum obat ereksi itu tidak apa-apa, hanya saja kami para dokter menyarankan jangan langsung minum itu," ujar dr. Gampo.

Daripada langsung meminum obat, ia justru meminta pasien agar mencari terlebih dulu faktor yang membuatnya bisa mengalami disfungsi ereksi.

Hal ini bisa diketahui apabila pasien mau dan terbuka berkonsultasi ke dokter.

"Padahal, ada faktor-faktor yang harus digali lebih lanjut, apakah disfungsi ereksi suatu kelainan yang organik, ada kelainan fisik yang menyertainya, atau hanya bersifat psikis," ujar dr. Gampo.

Baca juga: Bagi Pria, Lebih Baik Vaksin Daripada Mengalami Disfungsi Ereksi

"Bisa kok ke dokter andrologi, biar tahu faktor-faktornya apa aja," tambah dia.

Dengan berkonsultasi ke dokter, pasien bisa mengetahui apakah ada faktor berbahaya di balik disfungsi ereksi yang dideritanya.

Apabila faktor yang mengakibatkan disfungsi ereksi masih bisa diatasi secara medis, maka dokter akan mengambil langkah penanganan.

"Faktor-faktor risiko yang mendasari kelainan disfungsi ereksi tersebut, apabila masih bisa di-modified ya kita lakukan dulu," ujar dr. Widi Atmoko, Sp.U (K) dalam acara yang sama.

Lalu, apakah obat ereksi bisa menjadi solusi akhir?

Sependapat dengan yang dikatakan oleh dr. Gampo di awal, dr. Widi menyampaikan obat ereksi boleh diminum.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.