Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/12/2021, 15:11 WIB

KOMPAS.com - Penyanyi Billie Eillish mengaku sempat alami kecanduan pornografi sejak usia 11 tahun.

Ia mengalaminya setelah rutin menikmati konten pornografi yang sarat dengan kekerasan seksual di usia dini.

Ketergantungan itu kerap membuatnya sering bermimpi buruk dan masalah kesehatan mental lainnya.

Kecanduan pornografi memang menjadi masalah kesehatan yang -relatif, belum banyak dibicarakan meskipun dialami banyak orang.

Ketergantungan ini membuat seseorang terobsesi untuk menyaksikan konten pornografi sehingga mengganggu pekerjaan, relasi, dan aktivitas hariannya.

Baca juga: Kecanduan Pornografi di Usia 11 Tahun, Billie Eilish Alami Mimpi Buruk

Kecanduan pornografi diperburuk dengan banyaknya situs di internet yang menyediakan konten tersebut secara cuma-cuma.

Dikutip dari WebMd, situs pornografi PornHub mencatat 42 miliar kunjungan selama tahun 2019. Artinya, ada 115 juta kunjungan per hari dari seluruh pengguna internet di situs ini.

Meski demikian, kecanduan pornogarfi sejauh ini belum tergolong sebagai masalah kesehatan.

Hanya saja, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan perilaku seksual kompulsif sebagai gangguan kesehatan mental pada tahun 2018 lalu.

Tindakan ini juga merujuk pada aktivitas seksual berulang yang menjadi fokus utama kehidupan seseorang.

Keadaan  ini sekaligus menunjukkan bagaimana pengidapnya mengabaikan kesehatan dan perawatan pribadi atau minat, kegiatan, dan tanggung jawab lainnya.

Hal tersebut serupa dengan yang biasanya dialami oleh penderita kecanduan pornografi.

Gejala kecanduan pornografi

Pornografi biasanya dijadikan sarana untuk mengatasi dorongan seksual seseorang.

Selain itu, kebanyakan konten pornografi juga menjual fantasi erotis yang menyenangkan bagi beberapa orang.

Baca juga: Gejala Kecanduan Pornografi yang Harus Diketahui

Namun perlu penilaian dari segi medis menyeluruh untuk menetukan apakah seseorang menderita kecanduan pornografi.

Nilai pribadi yang dianut khususnya berkaitan dengan moral bukanlah parameter utama dalam memberikan diagosis tersebut.

Meski demikian, ada sejumlah gejala yang menandakan seseorang mungkin mengalami kecanduan pornografi, berdasarkan situs Addiction Center:

  • Tidak bisa berhenti menyaksikan konten pornografi

Kita kesulitan menghentikan kebiasaan menyaksikan konten pornografi meskipun telah mencoba melakukannya.

Kita cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di internet dan mulai mengabaikan lingkungan sekitar.

  • Menginginkan lebih banyak konten pornografi

Orang yang kecanduan pornografi akan merasa ketagihan, sehingga ada dorongan untuk menikmati lebih banyak lagi.

Mereka akan mulai melakukannya secara diam-diam dan mencuri kesempatan untuk memuaskan keinginannya itu.

Selain itu, mereka akan cenderung membuat alasan atau bersikap defensif ketika ditanya soal perubahan perilakunya itu.

Baca juga: Tanda-tanda Anak Sudah Kecanduan Pornografi

  • Menghabiskan banyak waktu menikmati konten pornografi

Orang yang menderita kecanduan pornografi dapat kehilangan banyak waktu untuk menonton film porno dan menghabiskan waktu tanpa melakukan hal lain.

Mereka juga akan cenderung terlihat lesu, tidak bersemangat, atau pun kehilangan kepedulian pada hal lain.

 

  • Kehilangan minat pada seks

Ilustrasi seks saat hamil muda, posisi seks saat hamil mudaShutterstock/fizkes Ilustrasi seks saat hamil muda, posisi seks saat hamil muda

Orang yang kecanduan pornografi akah kehilangan minat pada seks yang sesungguhnya.

Mereka menganggap pasangannya kurang menarik jika dibandingkan dengan orang-orang yang disaksikannya di film atau video.

Biasanya ini juga dibarengi dengan keluhan gairah yang berkurang atau sulit ditingkatkan.

  • Lebih menuntut dalam soal seks

Ketergantuan pada pornografi membuat seseorang memiliki ide-ide yang tidak realistis tentang seks.

Mereka menjadi lebih menuntut, mudah frustasi dan menyalahkan pasangannya.

  • Kehilangan ketertarikan

Kecanduan pornografi memberikan harapan yang tidak realistis bagi pasangannya baik dalam penampilan, bentuk tubuh maupun kemampuan seksual.

Baca juga: Cermati, Problem Kecanduan Pornografi dan Sederet Risikonya

Hal ini dapat merusakan keharmonisan hubungan sekaligus merusak harga diri pasangan yang bersangkutan.

  • Sakit fisik

Nyeri pergelangan tangan, punggung, leher, dan sakit kepala adalah sejumlah keluhan fisik yang dialami pecandu pornografi.

Biasanya ini disebabkan gerakan fisik saat menonton video atau penggunaan internet yang berlebihan.

 

  • Menghabiskan terlalu banyak uang

Ilustrasi uangNURWAHIDAH/KOMPAS.COM Ilustrasi uang

Beberapa orang yang menderita kecanduan pornografi mulai menghabiskan uang untuk medapatkan konten pornografi berkualitas lebih tinggi.

Akibatnya, mereka akan mengalami kesulitan keungan tanpa menyadari penyebabnya.

  • Kehidupannya terganggu

Pornografi berlebihan akan membuat segala aspek kehidupan seseorang terganggu.

Baca juga: Kecanduan Pornografi, Pria Cenderung Diskriminasi Jender

Mereka tidak lagi berkonsentrasi ketika bekerja, menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-temannya.

Semua pikiran dan perhatiannya tertuju pada konten pornografi yang terus-terusan mereka inginkan.

  • Merasa marah

Seperti banyak kecanduan lainnya, ketagihan pornografi juga membuat seseorang mudah tersinggung, kurang sabar, gelisah dan terus-terusan marah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.