Kompas.com - 17/12/2021, 11:45 WIB

KOMPAS.com - Kanker pankreas merupakan salah satu kanker yang paling sulit dideteksi sehingga pasien biasanya datang dalam stadium lanjut. Angka kesembuhan pun rendah. Saat ini berkembang pengobatan terbaru kanker pankreas tanpa pembedahan dengan hasil efektif.

Tindakan yang disebut prosedur RFA (radiofrekuensi ablasi) ini merupakan tindakan mengobati tumor secara lokal menggunakan jarum. Teknologi ini menjadi salah satu pilihan pengobatan kanker selain kemoterapi dan operasi.

Dijelaskan oleh Dr.dr.C Rinaldi Lesmana Sp.PD-KGEH, tindakan RFA dilakukan dengan bantuan EUS sehingga disebut dengan EUS-RFA (Endoscopic Ultrasound-Guided Radiofrequency Ablation).

"Endoskopi biasanya untuk melihat lambung, karena dekat sekali dengan pankreas maka kita bisa menilai kalau memang ada sesuatu di pankreas,"ujar pakar di bidang lambung dan hati ini.

Baca juga: Gejalanya Mirip Sakit Maag, Mengapa Kanker Pankreas Paling Mematikan?

Ia menuturkan, terapi RFA ini bisa menjadi alternatif untuk pasien yang tidak bisa menjalani operasi, pasien berusia lanjut, dan lokasi tumornya bersifat lokal atau pada satu titik tertentu.

"Nanti dokter akan menilai terapi mana yang paling tepat. Kalau kankernya sudah menyebar dan stadium lanjut tidak bisa diterapi RFA," papar Rinaldi.

Dibandingkan dengan terapi konvensional, prosedur RFA hanya membutuhkan jarum elektroda dengan bekas tindakan yang kecil. Waktu pengerjaan juga lebih pendek dengan rasa sakit minimal pascatindakan.

Di Indonesia teknologi EUS-RFA dipelopori oleh PT.Sometech Indonesia dengan teknologi dari Korea Selatan.

Menurut Rinaldi intervensi yang dilakukan untuk setiap penderita kanker mungkin berbeda satu dengan yang lainnya karena terdapat beberapa faktor yang menentukan, misalnya bagian mana yang terjangkit, luas penyebaran, stadium kanker, usia, hingga kondisi pasien secara umum.

"Berdasarkan pengalaman saya mengobati pasien dengan pancreas insulinoma cancer yang diterapi dengan tindakan EUS RFA, setelah 6 bulan dilakukan evaluasi hasilnya membaik, kadar gula darah pasien juga normal," ujarnya.

Teknologi EUS-RFA ini masih tergolong baru di Indonesia, sehingga menurut Rinaldi baru beberapa rumah sakit yang melakukannya. Di Jakarta, RS Medistra dan MRCCC Siloam Semanggi merupakan rumah sakit yang menyediakan terapi ini.

"Tindakan RFA pankreas juga saat ini masih belum bisa diklaim menggunakan BPJS. Pasien yang mau melakukan pengobatan ini dapat menggunakan biaya pribadi atau asuransi swasta,"katanya.

Baca juga: 10 Gejala Kanker Pankreas dan Penyebabnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.