Kompas.com - 21/12/2021, 11:01 WIB

Penggunaan steroid untuk krim wajah memiliki risiko mengalami efek samping terutama tanpa pengawasan medis. Apalagi dalam kasus penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi.

Arini menegaskan, produk kosmetik seharusnya tidak memiliki tujuan terapeutik atau setara dengan penanganan medis.

Selain itu, produk kecantikan yang dijual bebas juga tidak boleh mengklaim tindakan terapeutik apa pun, misalnya mengobati masalah kulit yang mengalami inflamasi.

Ada banyak laporan soal tentang efek samping penggunaan produk kosmetik yang mengandung steroid seperti kulit yang menjadi tipis, bulu kulit kemakin lebat dan rentan terjadi infeksi kulit akibat penurunan kekebalan tubuh.

Penggunaan krim dengan kandungan steroid berulang di area yang sama menyebabkan penipisan epidermis dan perubahan jaringan ikat dermis yang ada di lapisan kulit.

Efeknya, kulit akan menjadi lebih kendur, terlihat transparan, berkerut, rapuh dan pembuluh vena yang terlihat menonjol. Berbagai dampak buruknya juga akan dipengaruhi oleh usia, lokasi penggunaan, potensi, dan adanya oklusi.

Baca juga: Ciri-ciri Wajah Terkena Merkuri dari Kosmetik dan Efek Samping Lainnya

Mengenali krim wajah dengan kandungan steroid

Steroid dilarang dipakai sebagai bahan baku produk kosmetik yang dijual bebas. Oleh sebab itu, perilaku membeli produk yang aman dengan sertifikasi BPOM adalah salah satu cara terbaik mencegah dampak buruknya.

Namun, Arini mengingatkan untuk tidak hanya mempercayai klaim BPOM sepihak dari seller yang bersangkutan. Penting untuk memastikannya langsung dengan cek nomor registrasi produk tersebut di situs resmi BPOM.

Pasalnya, krim wajah atau kosmetik apapun dengan kandungan steroid tidak mudah dikenali oleh orang awam. Tidak ada ciri-ciri khusus yang bisa dijadikan patokan misalnya saja warna atau baunya.

"Tidak bisa dikenali spesifik secara fisik misalnya dengan warna atau baunya, harus melalui tes," jelasnya.

 Baca juga: BPOM RI Rilis Daftar Kosmetik yang Mengandung Merkuri

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.