Kompas.com - 22/12/2021, 17:13 WIB

 

Berbagai faktor yang memicu eco-anxiety

Kecemasan lingkungan atau eco-anxiety bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk pengalaman buruk dan pemberitaan yang masif.

Pengalaman pribadi atau orang terdekat yang mengalami bencana alami karena cuaca ekstrem termasuk salah satu pemicu utamanya. Misalnya saja musibah banjir, angin topan, kekeringan, dan kebakaran hutan.

Kita sudah merasakan langsung dampak buruk dari perubahan iklim sehingga takut hal tersebut terulang atau semakin buruk.

Pemberitaan yang semakin banyak soal dampak buruk dan kondisi yang semakin parah juga sangat berperan.

Contohnya demonstrasi, konflik lingkungan, kabar soal eksploitasi alam dan isu negatif lainnya.

Pengalaman menyaksikan film, dokumenter atau laporan yang mengulas detail soal praktik eksploitasi alam juga bisa memicu eco-anxiety.

Baca juga: Bagaimana Pola Makan Kita Bisa Mempengaruhi Lingkungan?

Dikutip dari Medical News Today, bukti ilmiah menyatakan orang mulai mengalami kecemasan ekstrem atau kronis karena merasa tidak bisa mengendalikan masalah lingkungan, terutama perubahan iklim.

Bagi sebagian orang, meningkatnya krisis lingkungan tidak hanya membuat frustrasi, menakutkan, dan mengejutkan, tetapi juga sumber kecemasan yang terus-menerus atau melemahkan.

Kita juga merasa bersalah atau cemas tentang dampak perilaku saat ini terhadap lingkungan dan generasi mendatang.

Misalnya kecenderungan menggunakan produk berbahan plastik, minyak bumi atau bahan lain yang tidak ramah lingkungan.

Perasaan bersalah dan malu atas gaya hidup yang dijalani selama ini semakin diperburuk dengan kesadaran sulit untuk membatalkan semua pengaruh buruk perilaku tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.