Kompas.com - 22/12/2021, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Eco-anxiety dipicu kesadaran akan dampak terhadap kerusakan lingkungan dan global warming.

Cuaca ekstrem, bencana alam dan berbagai efek buruknya memicu kesadaran kita soal kerusakan iklim yang terjadi.

Pemahaman ini juga berpengaruh buruk pada kesehatan mental yang mengakibatkan kecemasan akut.

Pada 2020 lalu, American Psychiatric Association menemukan lebih dari dua pertiga orang Amerika (67 persen) agak atau sangat cemas tentang dampak perubahan iklim di bumi.

Sementara lebih dari setengah (55 [persen) agak atau sangat cemas tentang bagaimana perubahan iklim mempengaruhi kesehatan mentalnya.

Baca juga: Eco-Anxiety, Kecemasan yang Dipicu Kepedulian Lingkungan

Eco-anxiety belum dikategorikan sebagai gangguan klinis namun APA mendefinisikannya sebagai ketakutan kronis akan malapetaka lingkungan.

Gangguan ini sama buruknya dengan jenis kecemasan lain karena dapat memicu sensasi fisik dan emosional yang sama.

“Exo-anciety bahkan lebih nyata, dalam arti tertentu, karena masalah yang memicu gejala kecemasan secara objektif nyata dan berskala besar.”

Demikian kata Erica Dodds, chief operating officer dari Foundation for Climate Restoration, dikutip dari HuffPost.

“Dulu ada jarak yang lebih jauh antara satu orang dan dunia, tetapi sekarang rasanya setiap masalah di dunia ada di ruang keluarga kita bersama kita.”

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.