Kompas.com - 27/12/2021, 16:47 WIB
|
Editor Wisnubrata

 

KOMPAS.com - Selain tanaman hias, tanaman herba pun dapat menjadi pilihan yang tepat untuk ditanam di kebun atau pot.

Betapa tidak, selain dapat mempercantik taman dan rumah, tanaman herba juga dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dan pelengkap untuk berabagi makanan atau minuman.

Selain itu, cara merawatnya pun mudah dan tak perlu perhatian besar. Bahkan, tanaman ini juga bisa menjadi tanaman penyerbuk saat berbunga.

Sayangnya, banyak orang yang takut merawatnya.

Nah, jika kamu adalah salah satu yang takut merawat dan menanam tanaman herba, tips  berikut ini mungkin akan membantumu.

Beli tanaman “starter”

Jika baru memulainya, gunakanlah tanaman starter.

Memang, tanaman herba juga dapat dipelihara mulai dari biji. Namun bagi pemula, tidak disarankan.

Sebab, biji membutuhkan lingkungan khusus untuk berkecambah dan bisa mengeras sebelum kita menanamnya.

Nah dengan harga yang sama (dan seringkali lebih murah) dari benih atau biji, kita sudah dapat membeli tanaman starter untuk beberapa bumbu masak dasar, seperti peterseli, dan lavender Inggris.

Lalu, jika sudah melalui satu atau dua musim, cobalah untuk menanam varietas khusus lainnya. Ada lusinan varietas lain dari kemangi, sage, dan herba lainnya yang memiliki sedikit perbedaan rasa dan penampilan.

Memang, medapatkan tanaman starter untuk varietas yang kurang umum akan lebih mahal, tetapi setelah satu atau dua musim, kamu akan tahu apa yang diperlukan untuk menumbuhkannya, sehingga peluang keberhasilan pun akan meningkat.

Baca juga: 4 Langkah Mudah Menanam Cabai di Pot dan Wadah Bekas

Tanamlah apa yang dibutuhkan

Pikirkan baik-baik varietas apa saja yang kamu butuhkan. Jika bingung, carilah apa saja yang ingin kamu buat atau masak dari tanaman-tanaman herba itu sebelum menanamnya.

Lalu, pastikan juga untuk memilih varietas yang tepat. Sebab, meski sebuah herba berada dalam satu keluarga yang sama, rasanya bisa berbeda.

Misalnya, jika ingin membuat pesto rumahan, jangan membeli basil Thailand yang memiliki rasa adas manis yang kuat.

Intinya, luangkan waktu untuk memikirkan apa yang ingin lakukan dengan tanaman herba itu sebelum membelinya. Ini akan membantu mempersempit pilihan dan memilih tanaman herba yang tepat untuk kebutuhan.

Jangan gunakan tanah yang “kaya”

Mayoritas tanaman herba tidak rewel soal media tanah yang dibutuhkan. Satu-satunya syarat yang harus dipenuhi adalah tanah tersebut harus bisa mengering dengan baik.

Pasalnya, herba yang ditanam dalam tanah yang mengandung kompos dengan jumlah tinggi tidak akan tumbuh subur, karena mungkin terlalu lembap.

Intinya, karena herba tak memerlukan tanah yang kaya, tak perlu menghabiskan uang untuk itu. Namun, jika tanah yang dimiliki terlalu “berat” (memiliki kandungan tanah liat tinggi dan lengket), sebaiknya campurkan dengan sedikit kompos atau bahan organik lainnya.

Baca juga: Ini Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Rumahan

Pangkas tanaman

Salah satu hal tersulit saat berkebun adalah memangkas tanaman yang tumbuh subur, apalagi jika tumbuhan itu tidak kita masak. Namun, memangkas herba mendorong pertumbuhan.

Saat tanaman herba tumbuh, bunga pun akan ikut tumbuh. Setelah berbunga, daun akan sulit tumbuh. Nah, pemangkasan ini akan mendorong pertumbuhan dedaunan baru, membuatnya penuh dan lebat.

Jika merasa tidak tega karena memangkasnya, cobalah untuk berkreasi dengan daun-daun itu. Keringkan untuk digunakan saat off-season atau gunakan dalam merangkai bunga untuk mengisi nuansa hijau.

Ingat, memangkas itu adalah kewajiban agar tanaman herba tumbuh subur. Namun, tak apa untuk membiarkan beberapa tanaman lainnya berbunga. Sebab, bunga akan membantu penyerbukan dan membuat taman herba kita jadi lebih berwarna.

Perbanyak stek batang

Di tengah musim tanam, tak jarang kita berharap mendapatkan lebih banyak kemangi atau oregano ekstra.

Namun, jangan dulu pergi ke pembibitan untuk membeli lebih banyak tanaman starter lainnya. Sebab, mayoritas herba dapat berkembang biak dengan cepat melalui stek batang.

Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan mengambil potongan langsung dari batang yang tidak berbunga. Namun, pastikan setidaknya batang tersebut berukuran 10 cm.

Setelah itu, lepaskan daun lima cm dari bawah. Setelah itu, masukkan potongannya ke dalam segelas air dan letakkan di ambang jendela yang cerah.

Akar baru pun akan terlihat dalam dua hingga empat minggu. Setelah akar cukup banyak, masukkan batang ke dalam pot atau tanam di kebun.

Baca juga: 3 Tips Sederhana Menanam Bumbu Dapur dalam Pot

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.