Kompas.com - 29/12/2021, 08:30 WIB

KOMPAS.com - Penuaan adalah sesuatu yang tak dapat dihindari karena merupakan proses alami seiring bertambahnya usia.

Tanda-tanda khas dari penuaan dimulai dari munculnya garis-garis halus atau keriput di kulit, penurunan fungsi fisik dan mental, serta banyak lagi.

Kita pun merasa khawatir dengan bertambahnya usia, kita menjadi lebih sering sakit-sakitan dan mengalami penurunan mental.

Namun, studi yang dimuat dalam jurnal Nature Human Behavior menyimpulkan, banyak lansia mengalami peningkatan kapasitas mental seiring penuaan.

"Hasil ini luar biasa, dan memiliki konsekuensi penting tentang bagaimana kita seharusnya memandang penuaan," ujar peneliti studi senior, Michael T. Ullman, PhD.

Ullman adalah profesor di Departemen Ilmu Saraf dan Direktur Laboratorium Otak dan Bahasa di Georgetown, Washington, AS.

"Orang-orang sering berasumsi bahwa perhatian dan fungsi eksekutif menurun seiring bertambahnya usia, meskipun ada petunjuk menarik dari beberapa studi kecil yang mengundang pertanyaan tentang asumsi tersebut."

Baca juga: 10 Kebiasaan Buruk yang Picu Penuaan Dini

Namun penelitian yang dilakukannya menunjukkan elemen penting tersebut meningkat selama penuaan.

Khususnya karena kita melatih keterampilan ini sepanjang hidup, tambah Ullman.

Dalam hal penuaan, terdapat beberapa kebiasaan buruk yang mampu mempercepat proses penuaan itu.

Demi menjaga kesehatan fisik dan mental di usia tua, tinggalkan kebiasaan-kebiasaan berikut ini:

1. Terlalu banyak menonton televisi

Selain kecenderungan untuk makan berlebih, penyebab makan malam bisa bikin gemuk adalah karena kebanyakan orang tidak banyak bergerak setelah waktu makan.PEXELS/COTTONBRO Selain kecenderungan untuk makan berlebih, penyebab makan malam bisa bikin gemuk adalah karena kebanyakan orang tidak banyak bergerak setelah waktu makan.

Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tidaklah baik, termasuk terlalu banyak menonton televisi.

Satu penelitian dari American Heart Association menunjukkan, terlalu sering menonton televisi di usia paruh baya dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif dan penurunan keterampilan berpikir di masa tua.

Studi itu juga memerlihatkan secara spesifik, terlalu sering menonton televisi terkait dengan rendahnya volume sel abu-abu di bagian otak.

Sel tersebut bertanggung jawab atas sejumlah proses saraf, seperti pengambilan keputusan.

"Temuan kami menunjukkan jumlah menonton televisi, sejenis perilaku menetap, terkait dengan penurunan kognitif dan penanda pencitraan kesehatan otak."

Begitu dikatakan Priya Palta, ahli saraf di New York-Presbyterian/Columbia University Irving Medical Center.

"Oleh karenanya, mengurangi perilaku tidak aktif seperti menonton televisi, bisa menjadi perubahan gaya hidup yang penting untuk mendukung kesehatan otak yang optimal."

2. Banyak berdiam diri

Terlalu banyak bersantai dapat membuat kita cepat tua, baik secara mental maupun fisik.

Banyak penelitian mengungkap manfaat olahraga dalam menjaga kesehatan otot dan tulang.

Di samping itu, aktif berolahraga juga membuat kita tampak lebih muda secara biologis.

Studi yang dimuat dalam JAMA and Archives Journals mengungkap, orang yang aktif berolahraga terlihat lebih muda secara biologis daripada orang lain yang malas di usia yang sama.

"Gaya hidup yang tidak banyak bergerak meningkatkan kecenderungan penyakit terkait penuaan dan kematian dini," demikian keterangan dalam studi tersebut.

"Tidak aktif bergerak dapat mengurangi harapan hidup bukan hanya dengan predisposisi penyakit terkait penuaan melainkan juga gaya hidup tidak aktif dapat memengaruhi proses penuaan."

Baca juga: 5 Gaya Hidup Buruk yang Dapat Mempercepat Penuaan

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings menemukan, latihan kardio yang teratur merupakan aset utama dalam menjaga kesehatan otak hingga usia tua.

Penulis studi melaporkan, latihan kardio terkait dengan peningkatan tingkat volume sel abu-abu.

"Temuan ini adalah teka-teki lain yang menunjukkan aktivitas fisik dan kebugaran fisik adalah pelindung terhadap penurunan kognitif terkait penuaan," ucap co-author studi, Dr Michael Joyner, ahli anestesi dan fisiologi di Mayo Clinic.

3. Jadwal tidur yang tidak teratur

Jadwal tidur yang tidak teratur dialami banyak orang, khususnya di era pandemi.

Namun, sebaiknya kita tetap berusaha memprioritaskan jadwal tidur yang baik untuk melawan efek penuaan.

Studi yang dirilis dalam jurnal Sleep menunjukkan, lansia dengan kebiasaan tidur lebih atau kurang dari enam hingga delapan jam mengalami tingkat percepatan penurunan kognitif.

Kecepatannya disebut setara dengan empat hingga tujuh tahun penuaan.

Sementara itu, studi lain yang dimuat dalam jurnal Clinical and Experimental Dermatology menemukan, kulit orang yang kurang tidur cenderung menua lebih cepat.

Baca juga: Kenali, 3 Keluhan Penuaan yang Sering Dialami Wanita Indonesia

"Studi kami adalah studi pertama yang secara gamblang memerlihatkan kurang tidur berkorelasi dengan penurunan kesehatan kulit dan mempercepat penuaan kulit."

Begitu pemaparan Dr Elma Baron, Direktur Pusat Studi Kulit di UH Case Medical Center dan Associate Professor of Dermatology di Case Western Reserve University School of Medicine.

"Wanita yang kurang tidur menunjukkan tanda-tanda penuaan kulit dini dan penurunan kemampuan kulit mereka untuk pulih setelah terpapar sinar matahari."

Buatlah jadwal tidur yang teratur agar kita tetap terlihat awet muda.

4. Sibuk menatap layar perangkat elektronik

Sebuah studi menunjukkan, paparan cahaya biru (blue light) dari perangkat elektronik seperti komputer dan ponsel pintar dapat mempercepat proses penuaan.

Studi yang dimuat dalam jurnal Aging and Mechanisms of Disease ini menyimpulkan, cahaya biru bisa merusak sel-sel otak dan mata.

Alih-alih sibuk menatap layar perangkat elektronik, cobalah menyisihkan waktu dengan membaca buku atau menulis.

Baca juga: 7 Asupan Sehat untuk Hambat Penuaan bagi Wanita di Atas 50 Tahun

Berbagai studi menemukan, kebiasaan membaca akan memberikan manfaat bagi otak dan tubuh.

Misalnya, studi dari Radiological Society of America melaporkan, menulis dan membaca membantu menjaga integritas struktural otak kita.

"Membaca koran, menulis surat, pergi ke perpustakaan, menonton drama atau bermain catur adalah kegiatan sederhana yang berkontribusi pada otak yang lebih sehat," tutur co-author studi, Konstantinos Arfanakis, PhD.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports mengungkap, membaca di luar ruang dapat meningkatkan fungsi penglihatan.

5. Kesulitan mengelola stres dengan baik

Penyebab rambut sering rontok bisa jadi karena kondisi stres berat yang sedang dialami.PEXELS/DAVID GARRISON Penyebab rambut sering rontok bisa jadi karena kondisi stres berat yang sedang dialami.

Temukan cara untuk menghilangkan stres yang cocok agar kita terhindar dari efek negatif penuaan.

Studi yang dilakukan peneliti di Yale University, AS menemukan stres kronis menyebabkan jam biologis (ritme sirkadian) kita berdetak lebih cepat.

Riset tersebut baru saja diterbitkan dalam jurnal berjudul Translational Psychiatry.

Para peneliti berfokus pada perubahan tubuh epigenetik kimia terkait DNA, atau penanda penyakit yang berhubungan dengan bertambahnya usia seperti peningkatan resistensi insulin.

Peserta yang melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi secara umum menunjukkan tanda-tanda penuaan yang terjadi lebih cepat.

Beberapa peserta memerlihatkan ketahanan terhadap dampak stres pada penuaan.

Kelompok peserta ini memeroleh skor yang baik dalam hal meregulasi emosi dan mengendalikan diri.

Artinya, mengatasi stresor (pemicu sters) dengan cara yang sehat merupakan hal terpenting untuk penuaan yang sehat.

"Hasil ini mendukung gagasan populer bahwa stres membuat kita menua lebih cepat," catat co-author studi Zachary Harvanek, ahli di Yale Department of Psychiatry.

"Tetapi studi ini juga menjelaskan cara yang menjanjikan untuk meminimalkan konsekuensi buruk dari stres melalui penguatan pengaturan emosi dan pengendalian diri."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.