Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Memenangkan Hati Para Ibu, Target Pasar yang Potensial

Kompas.com - 29/12/2021, 15:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

TIDAK dapat dipungkiri, ibu adalah sosok yang berperan penting dalam banyak aspek kehidupan terutama keluarga. Peran ibu dalam keluarga tidak hanya pada pendidikan dan pengasuhan anak, merawat keluarga, tetapi juga dalam kaitannya dengan pengeluaran atau belanja keluarga. Ibu adalah sentral dalam keluarga.

Barletta dalam bukunya yang berjudul Marketing To Woman: Mendongkrak Laba dari Konsumen Paling Kaya Dalam Segmen Pasar Terbesar mengatakan, perempuan memiliki kekuatan pembelian yang melampaui laki- laki.

Baca juga: Pergerakan, Makna yang Sering Terlewat dari Peringatan Hari Ibu

Perempuan yang memutuskan untuk melakukan pembelian produk atau jasa tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk suami dan anak-anak, bahkan untuk keperluan perusahaan tempat perempuan tersebut bekerja. Perempuan mengendalikan lebih dari separuh pembelanjaan di dunia.

Survei yang dilakukan oleh Markplus menyebutkan bahwa ibu adalah pasar yang sangat potensial. Mengapa demikian?

Ada sejumlah alasan, yaitu ibu adalah segmen pasar yang menggiurkan karena jumlah (dari sisi kependudukan) dan pertumbuhan pasarnya besar; ibu adalah pengontrol pengeluaran rumah tangga; ibu pemicu domino effect dalam rumah tangga. Dimana ibu dapat mempengaruhi pembelian anggota keluarga yang lain.

Selain itu, ibu adalah penentu pembelian keluarga. Sulit rasanya membeli sesuatu tanpa persetujuan ibu, baik itu untuk pembelian yang dilakukan oleh anak, suami, atau anggota keluarga yang lain.

Ibu tidak hanya memonopoli keputusan pembelian untuk produk ritel dan produk kebutuhan rumah tangga saja, namun sebanyak 40–60 persen dari para perempuan (bu) juga menentukan pembelian pada industri besar seperti otomotif, jasa keuangan, komputer, elektronik, jasa perbaikan rumah, dan jasa perjalanan.

Para ibu target pasar potensial 

Jelas tidak dapat dipungkiri perempuan (ibu) adalah target pasar yang sangat potensial. Berbagai strategi pemasaran dilakukan untuk merebut hati para perempuan (ibu).

Hermawan Kertajaya dalam bukunya Winning The Mom Market In Indonesia: Strategi Membidik Pasar Ibu menjelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan:

Family first. Ibu dikenal sebagai sosok pelindung yang selalu mengutamakan keselamatan & dan kesehatan keluarga. Sehingga “keluarga” seringkali digunakan sebagai tema komunikasi pemasaran. Misal dalam iklan sering digambarkan suasana keluarga, makan bersama keluarga.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.