Kompas.com - 10/01/2022, 08:08 WIB

Bagi kamu yang belum tahu, Tamagotchi adalah permainan memelihara binatang virtual dalam sebuah konsol kecil dan harus dipelihara dari wujud telur hingga dewasa.

Tamagotchi harus rutin diberi makan, dimandikan, dan diajak bermain, hingga dirawat apabila sakit.

Jika terlantar, binatang virtual tersebut bisa mati dan dapat hidup lagi dengan cara mengulang permainan dari awal.

"Mainan ini bisa digunakan untuk melatih tanggung jawab anak sebelum mereka diizinkan memelihara binatang piliharaan yang sungguh-sungguh hidup," imbuh Tri.

Kebutuhan rasa kasih sayang

Selain dimanfaatkan sebagai pretend play, Tri menuturkan bahwa keputusan seseorang memiliki spirit doll bisa dikaitkan dengan "need for love and belongingness".

Mengutip pendapat seorang psikolog berpengaruh asal AS, Maslow, ia mengungkapkan bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki kebutuhan akan rasa cinta dan ingin memiliki.

Hal ini mendorong seseorang untuk menjalin hubungan emosional dengan orang lain, yang jika tidak terpenuhi akan memunculkan rasa kesepian.

"Selain itu, manusia juga memiliki dorongan untuk memelihara, merawat, dan membantu (nurturance)," kata Tri.

"Bisa jadi memiliki dan memelihara spirit doll tersebut dapat menjadi tempat untuk menyalurkan dan melampiaskan dorongan tersebut," tambahnya.

"Karena pada kenyataannya, tidak semua orang siap memiliki anak, atau tidak memenuhi syarat untuk mengadopsi anak bagi mereka yang belum siap secara fisik dan mental."

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.