Kompas.com - 12/01/2022, 09:00 WIB
. PEXELS/KATARINA HOLMES.

KOMPAS.com - Tidak mudah untuk berkomitmen penuh pada sesuatu yang baru saja kita mulai. Sama halnya dengan membina hubungan asmara.

Pada masa awal pendekatan, kita menganggap segala hal menyangkut si dia selalu menarik. Seolah tidak ada yang lebih baik darinya.

Di saat ketertarikan itu sudah memudar, kita pun ragu untuk memutuskan apakah kita benar-benar ingin selamanya bersama dia atau tidak.

Baca juga: Gangguan Kecemasan di Masa Kecil Picu Psikosis Saat Dewasa

Periode keragu-raguan ini wajar terjadi dan biasanya hanya berlangsung singkat.

Namun pada sebagian orang, periode tersebut bisa terjadi dalam waktu lama. Hal ini dinamakan relationship anxiety, atau kecemasan untuk menjalin hubungan asmara.

Relationship anxiety bisa menjadi alasan mengapa seseorang tidak ingin berkencan, karena hal itu dapat membuat mereka kelelahan dan kewalahan.

Kemungkinan kita merasa takut dicampakkan, atau membayangkan skenario terburuk yang berujung pada kandasnya hubungan.

Akibatnya, kita cenderung memilih untuk tidak membuat komitmen serius. Meskipun pada akhirnya kita mengencani seseorang, kita akan merasa tidak nyaman.

Bagaimana mengenali tanda relationship anxiety dalam diri kita?

Psikolog dan penulis buku Dr Nicole LePera memberikan petunjuk akan hal itu.

Penyebab seseorang mengalami relationship anxiety

Jika kita merasa terjebak atau kewalahan dalam sebuah hubungan, atau khawatir pasangan akan mengkhianati kita suatu hari nanti, artinya kita mengalami relationship anxiety.

Relationship anxiety bisa dipicu dari hubungan yang gagal, toksik, atau kasar di masa lalu, pengalaman tidak menyenangkan semasa kecil, atau harga diri yang rendah.

Baca juga: Pentingnya Memiliki Titik Buta dalam Hubungan Asmara

Sederhananya, relationship anxiety merupakan perasaan khawatir atau tidak aman yang intens dalam suatu hubungan, meskipun hubungan itu sendiri tampak berjalan baik.

"Relationship anxiety adalah masalah yang sangat umum karena kita memiliki komunitas yang dibesarkan dengan keterikatan tidak aman," tulis LePera.

"Hubungan pertama kita dengan figur orangtua saat lahir tidak aman, dan tidak ada ruang bagi kita untuk berkembang menjadi diri kita sebenarnya."

"Ketika kita memulai hubungan sebagai orang dewasa, kita takut, tidak percaya, tidak aman, dan memproyeksikan masa lalu kita kepada sosok yang kita temui," tambahnya.

Berikut ini adalah tanda-tanda yang menunjukkan jika kita memiliki kecemasan untuk berhubungan atau relationship anxiety.

- Mengulangi percakapan berkali-kali dan memikirkan bahwa tindakan atau perkataan kita salah

- Jika seseorang tidak segera membalas pesan, kita beranggapan orang itu tidak ingin lagi menjadi teman kita atau tidak tertarik pada kita

- Kita terjun ke dalam suatu hubungan dan mengabaikan bagian lain dari hidup, seperti keluarga, teman, pekerjaan, hobi, dan banyak lagi

- Terus-menerus terganggu atau ketakutan bahwa pasangan akan mengkhianati kita

- Ketika bertemu orang baru, seluruh fokus kita adalah apa anggapan mereka mengenai kita, atau apakah mereka akan memilih kita atau tidak

Baca juga: Teman Alami Gangguan Kecemasan, Hindari 6 Komentar Ini

- Hubungan asmara seringkali membuat kita terjebak atau kewalahan, sehingga kita mengatasinya dengan tidak mau berkomitmen atau mengencani banyak orang sekaligus

Menurut LePera, relationship anxiety bisa dihilangkan.

"Semakin kita terhubung dengan diri kita, semakin kita memahami bagaimana masa kecil memengaruhi kita dan itu bukan nasib atau takdir kita," kata dia.

"Semakin kita sembuh, semakin kita menghormati dan menghargai diri kita."

"Saat kita menghormati dan menghargai diri kita, maka kita memulai hubungan dari perspektif koneksi diri yang berbeda daripada mengkhianati diri sendiri," imbuh dia.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.