Kompas.com - 13/01/2022, 17:21 WIB
Ilustrasi anak usia dua tahun sedang bermain Dok. ShutterstockIlustrasi anak usia dua tahun sedang bermain

KOMPAS.com - Warganet di Twitter sedang ramai membahas pekerja yang membawa anaknya ke kantor.

Hal ini berawal dari beredarnya foto seorang wanita yang menggendong anaknya ketika sedang menyampaikan presentasi di hadapan rekan kantornya.

Potret tersebut disertai screen capture pesan teks wanita tersebut yang sedang meminta izin kepada atasannya.

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun @alphacharlie sebagai apresiasi untuk wanita tersebut maupun kantornya.

"Ibunya keren, bosnya keren, kantornya keren. Semangat untuk para ibu yg berkarir. Kalian luar biasa!"

Persoalan terpaksa membawa anak ke kantor memang sudah menjadi dilema banyak orangtua pekerja sejak dulu, khususnya wanita.

Apalagi jika pengasuh, tempat penitipan atau keluarga yang biasanya merawat anak sedang tidak bisa diandalkan.

Sejauh ini, memang belum banyak perusahaan atau institusi yang secara resmi mengizinkan pekerjanya membawa anak ke kantor.

Baca juga: Ini Aturan jika Anda Ingin Bawa Anak ke Kantor

Namun belakangan, sejumlah perusahaan mulai lebih terbuka dan memperbolehkan anak dibawa ke lokasi pekerjaan.

Ada yang memperbolehkannya di waktu tertentu, secara rutin dan bahkan menyediakan day care di lingkungan kantor.

Kebijakan baru ini sejalan dengan saran UNICEF untuk menjadikan lingkungan perusahaan lebih ramah keluarga.

Membawa anak ke kantor, dilema banyak orangtua

Empat negara bagian di Amerika Serikat yakni Arizona, Kansas, Nevada, dan Washington mengizinkan pekerja membawa bayi ke kantor.

Hal ini diberlakukan paling tidak sampai anak berusia enam bulan atau sudah bisa merangkak.

Kebijakan ini menjadi bukti keharusan membawa anak ke kantor adalah dilema yang terjadi pada orangtua di seluruh dunia.

Kebijakan tersebut dianggap dapat meringankan biaya penitipan anak yang cenderung mahal dan meningkatkan work life balance para pekerja.

Para orangtua juga tidak perlu mengambil lebih banyak cuti jika lingkungan kantor mereka lebih fleksibel.

Membawa anak ke kantor juga memberikan gambaran utuh soal kehidupan orangtua kepada anaknya.

Baca juga: Sebagian Besar Karyawan Masih Takut Bekerja di Kantor

Hubungan yang terjalin antara anak dan orangtua akan lebih dalam dan baik untuk masa depan.

Selain itu, rekan sekantor juga dapat melihat teman kerjanya dengan lebih manusiawi dan saling peduli.

Namun banyak yang beranggapan membawa anak ke kantor hanya akan mengganggu pekerja.

Bukan hanya orangtua si anak namun juga dapat merusak produktivitas seisi kantor.

Kehadiran bocah usia dini yang mungkin saja berisik dan menangis dianggap memberikan pengaruh buruk di lingkungan profesional.

Baca juga: Membayangkan Suasana Kantor Setelah Pandemi Berakhir

Selain itu, tidak semua lingkungan kantor dianggap cocok dan aman untuk anak-anak.

Mereka bisa saja terluka fisik atau mengalami pengalaman yang tidak sesuai dengan usianya.

Kebijakan membawa buah hati ke kantor juga dinilai tidak ramah bagi pekerja lajang atau tidak memiliki anak.

Mereka mungkin terpaksa harus membantu "menjaga" anak teman kantornya atau mengambil alih pekerjaannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Yahoo
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.