Kompas.com - 14/01/2022, 13:59 WIB
|
Editor Wisnubrata

“Ketidakpastian dan informasi yang salah di luar sana sudah sulit bagi orangtua. Jadi pikirkan betapa sulitnya penerimaan informasi itu bagi anak-anak Anda,” kata Meyers.

Karena itu, sampaikan informasi terkait risiko dan keamanan keluarga dengan jelas.

Misalnya, jika ada satu orang anggota keluarga yang immunocompromised (imun lemah), katakanlah bila risiko tertular akan berbeda jika kita sehat dan masih muda.

Intinya, ingatkan anak kalau tingkat ancaman bisa bervariasi. Sebab, Covid-19 memiliki dampak yang berbeda pada setiap orang, tergantung pada kesehatannya.

Jangan berakting “serba tahu”

Jangan berakting layaknya kita paham segalanya. Lebih baik, jelaskan fakta tentang perkembangan varian Omicron sambil terus mempelajarinya perlahan.

“Orangtua harus menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan selalu berubah,” kata Meyers.

“Jadi, semakin kita belajar, rekomendasi dan keputusan pun akan berubah,” tambahnya.

Saat stres, kemungkinan kita akan menjelaskan tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Itu sangat wajar.

Namun, ingatlah bahwa panduan baik-buruk itu akan terus berubah seiring dengan berkembangnya pandemi.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.