Kompas.com - 07/02/2022, 10:49 WIB

KOMPAS.com - Tayangan dokumenter Netflix, The Tinder Swindler mengulas soal penipuan yang dilakukan Simon Leviev.

Berbekal aplikasi kencan online, Tinder, ia menipu banyak perempuan di seluruh Eropa untuk mendapatkan uang.

Keuntungan yang didapatnya dipakai untuk membiayai kehidupannya bersenang-senang sambil terus berganti korban di berbagai negara.

Siapa Simon Leviev yang dikisahkan di The Tinder Swindler?

Film The Tinder Swindler (2022)Netflix Film The Tinder Swindler (2022)

Simon Leviev adalah nama samaran dari Shimon Hayut, pria asal Israel yang menjadi penipu lewat aplikasi Tinder.

Ia mengaku sebagai putra konglomerat Israel, Lev Leviev yang juga dikenal dengan nama King of Diamonds dengan kekayaan berkisar 1,5 miliar dollar AS.

Faktanya, Lev Leviev tidak pernah memiliki seorang putra bernama Simon atau Shimon.

Namun Shimon memanfaatkan identitas palsu ini untuk menggaet banyak wanita di Tinder.

Berlagak sebagai crazy rich, ia mengaku sedang kesulitan mengakses uangnya karena berbagai alasan.

Ia kemudian meminta wanita yang ditipunya membuatkan kartu kredit atau pinjaman atas nama mereka, menggunakan uangnya, lalu kabur begitu saja.

Baca juga: 5 Pelajaran dari The Tinder Swindler Agar Tak Terjebak Penipu Cinta

Simon Leviev ini menggunakan banyak identitas untuk kabur dari perbuatannya agar skemanya tetap berjalan.

Polanya mirip dengan tokoh yang diperankan Leonardo DiCaprio di Catch Me If You Can, yang juga berkisah soal penipu ulang.

Selain Simon Leviev, Shimon Hayut juga menggunakan nama David Sharon untuk menghindari pihak berwenang.

Di Finlandia, ia juga sempat memakai nama aslinya untuk melakukan penipuan juga meski polanya berbeda.

Modus penipuan Simon Leviev di The Tinder Swindler

The Tinder SwindlerRepro bidik layar via IMDB The Tinder Swindler

Sosok Simon Leviev ini menerapkan pola yang serupa saat menyasar korbannya di Tinder.

Ia memasang profil yang mengesankan dirinya merupakan konglomerat yang sedang mencari pasangan serius.

Korban kemudian diajak pergi kencan mewah ke tempat mahal dan mengesankan, termasuk naik jet pribadi.

Secara bertahap, korbannya diyakinkan jika ia adalah sosok yang penting dengan kehidupan glamor bertabur kekayaan.

Selama interaksi dengan korbannya, Simon Leviev juga mengaku sedang diincar oleh musuh-musuhnya dan merasa nyawanya terancam.

Akhirnya, ia akan mengirim foto pengawalnya yang berdarah, yang disebut dilukai oleh para musuhnya.

Baca juga: 6 Tren Kencan Gen Z di Tinder Selama 2021

Tentunya ini akan memicu kekhawatiran dari para wanita yang sudah kepincut dengan dirinya itu.

Dengan alasan ini, Simon Leviev akan mengatakan bahwa kartu kreditnya tidak bisa dipakai karena kondisinya sedang tidak aman.

Ia lalu akan meminta "pacarnya" membuat kartu kredit baru dengan nama si wanita untuk dipakai sementara waktu.

Tentunya dengan janji bahwa tagihan itu akan dilunasi tepat waktu meski sebenarnya ia akan langsung menghilang.

Jika ditagih, ia mengelak dengan cara membujuk, mengancam atau mengulur waktu para korbannya.

Biasanya, ia akan mengirim pesan suara WhatsApp dengan isi yang berbeda-beda namun membuat korbannya frustasi dan bahkan ketakutan.

Dengan modus yang digambarkan di The Tinder Swindler ini, Simon diperkirakan meraup keuntungan sebesar 10 juta dollar AS atau setara Rp144 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Netflix


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.