Kompas.com - 08/02/2022, 16:46 WIB

KOMPAS.com - Sosok Simon Leviev alias Shimon Hayut sedang jadi pembahasan sejak penayangan The Tinder Swindler di Netflix.

Tayangan dokumenter ini menggambarkan tindak penipuan yang dilakukan oleh pria asal Israel ini.

Berbekal aplikasi kencan online, Simon berlagak bak putra miliarder dan menyasar sejumlah wanita di Eropa.

Baca juga: Mengenal Sosok Simon Leviev, Penipu Cinta di The Tinder Swindler

Dengan rayuan dan modus penipuannya itu, ia berhasil menggasak uang sebesar 10 juta dollar AS atau sekitar Rp144 miliar dari para korbannya.

Dalam The Tinder Swindler disebutkan jika Simon Leviev akhirnya mendekam di penjara selama lima bulan atas perbuatannya.

Namun ia dikabarkan sudah keluar dari penjara ketika The Tinder Swindler tayang perdana pada 2 Februari lalu.

Ia di-banned dari Tinder namun masih bisa hidup bebas meski keberadaanya tak diketahui lokasinya.

Baca juga: 5 Pelajaran dari The Tinder Swindler agar Tak Terjebak Penipu Cinta

Sadar akan hujatan yang diterimanya saat ini, Simon Leviev akhirnya buka suara kepada publik.

Via akun Instagramnya, yang saat ini menghilang, ia mengunggah pembelaan diri dan mengkritik para wanita yang, mengaku, ditipunya.

“Jika saya penipu, mengapa saya harus berakting di Netflix, maksud saya mereka seharusnya menangkap saya ketika kami masih syuting,” ujarnya lewat fitur Instagram story.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.