Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Kebiasaan Sehat untuk Bakar Lemak Tubuh, Pernah Coba?

Kompas.com - 11/02/2022, 10:08 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber Medium

KOMPAS.com - Joging, berenang, hingga latihan interval intesitas tinggi (HIIT) sudah dikenal sebagai olahraga yang mampu membakar lemak.

Tapi menerapkan kebiasaan dan gaya hidup sehat tak kalah penting agar timbunan lemak dalam tubuh bisa berkurang.

Hal ini bisa menjadi cara bagi orang-orang yang jarang berolahraga, termasuk tak ingin mengonsumsi obat-obatan jangka panjang.

Nah, karena lemak berlebih dalam tidak baik bagi kesehatan sebaiknya lima kebiasaan sehat di bawah ini wajib dilakukan.

1. Minum air putih yang cukup

Penelitian telah membuktikan,  air benar-benar meningkatkan resting energy expenditure atau REE.

Baca juga: Ketahui, 5 Posisi Seks yang Dapat Membakar Banyak Kalori

Atau dengan kata lain, tubuh dapat membakar lebih banyak kalori hanya dengan meminum air outih secara cukup.

Hal ini juga dimuat dalam tinjauan yang diterbitkan di Frontiers in Nutrition pada tahun 2016 lalu.

Tinjauan itu mendapati, meningkatkan asupan air dapat meningkatkan lipolisis, proses ketika tubuh mampu membakar lemak untuk energi.

Di sisi lain, studi yang dilakukan oleh National Library of Medicine mendapati temuan baru soal REE.

Studi ini menyimpulkan, REE pada anak-anak yang kelebihan berat badan meningkat hingga 25 persen, selama 40 menit atau lebih, setelah minum air dingin.

Ini memperkuat gagasan soal konsumsi air yang cukup dapat mengatur berat badan secara umum bagi orang dewasa.

Air juga memegang peran penting dalam proses pembakaran lemak yang sebenarnya.

Proses lipolisis atau memecahkan lemak membutuhkan air. Langkah pertama dalam lipolisis disebut hidrolisis.

Proses tersebut pada dasarnya menambahkan air ke lemak untuk memecahnya.

"Tanpa kehadiran air, secara fisik tidak mungkin tubuh kita memecah lemak, jadi teruslah minum H20," kata Dr. Adarsh Vijay Mudgil.

Baca juga: 20 Makanan Rendah Kalori yang Mengenyangkan, Cocok untuk Diet

Untuk mengetahui seberapa banyak air yag perlu diminum, US National Academies of Sciences memiliki rekomendasi.

Badan itu menyarankan agar pria dewasa sehat yang tinggal di iklim sedang membutuhkan sekitar 15,5 cangkir per hari.

Sedangkan, rata-rata air putih yang perku diminum oleh wanita adalah sekitar 11,5 cangkir.

2. Latihan kekuatan secara teratur

Latihan kekuatan dapat menurunkan jumlah lemak sebab semakin banyak otot yang dimiliki tubuh maka semakin banyak kalori yang akan dibakar saat istirahat.

Ini karena otot adalah jaringan yang lebih berharga untuk dipelihara daripada lemak.

Artinya tubuh harus membakar lebih banyak energi (kalori) untuk mempertahankan otot di tubuh.

Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa lebih banyak otot maka perlu lebih banyak kalori yang terbakar sepanjang waktu.

“Menambahkan otot ke tubuh membakar lemak karena otot membutuhkan energi untuk bertahan hidup," jelas Dr. Michael Roizen.

Dia mengatakan, 0,5 kilogram otot memerlukan sekitar 75-150 kalori sehari dan bekerja menggunakan energi.

Baca juga: Cara Yoga Membantu Menurunkan Berat Badan, Selain Bakar Kalori

"Sementara 0,5 kilogram lemak hanya membutuhkan tiga kalori sehari, lemak tidak membantu tubuh, jadi tidak membutuhkan energi untuk mempertahankan dirinya sendiri," kata dia.

3. Prioritaskan protein

Tubuh harus membakar persentase dari semua kalori yang dikonsumsi untuk mencerna, menyerap, dan menyimpan nutrisi.

Dari tiga makronutrien, yaitu protein, karbohidrat, dan lemak, protein membutuhkan persentase kalori tertinggi untuk dicerna.

Jadi untuk setiap 100 kalori yang dimakan kita akan membakar sekitar 2-3 kalori jika kalorinya berasal dari lemak.

Sementara 5-15 kalori jika kalorinya berasal dari karbohidrat, dan 20-30 kalori jika kalorinya berasal dari protein.

Singkatnya kita perlu membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi untuk membakar lemak.

Makan lebih banyak protein membantu kita membakar lebih banyak kalori dan bisa mengurangi lemak. 

4. Berjalan

Kita bisa meningkatkan intensitas berjalan untuk membantu membakar kalori tambahan yang seharusnya tidak digunakan.

Baca juga: Membatasi Kalori Makanan, Diet Anti-Aging Terbaik?

Sebaiknya kita berjalan sekitar 10.000 langkah sehari. Misalnya, orang setinggi 180 cm dan berat 80 kilogram perlu membakar 470 setiap hari.

Jika tubuh terasa lebih ringan artinya lebih sedikit kalori terbakar, sedangkan jika lebih berat artinya lebih banyak kalori terbakar dari jumlah langkah yang sama.

Terlepas dari berapa banyak kalori yang terbakar, berjalan bermanfaat untuk meningkatkan tekanan darah, mengurangi risiko serangan jantung, menstabilkan glukosa darah.

5. Pemeriksaan darah

Penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dengan pemeriksaan darah, Misalnya, jika kita menderita hipotiroidisme.

Hipotiroidisme terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroid.

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher.

Fungsinya untuk melepaskan hormon agar membantu tubuh mengatur dan menggunakan energi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com