Kompas.com - 11/02/2022, 14:00 WIB

 

1. Olahraga

Saat kita berolahraga detak jantung akan meningkat dan hal ini merangsang kelenjar keringat dan tubuh akan mulai berkeringat.

Rata-rata tubuh manusia dapat kehilangan sekitar 2 liter cairan saat berolahraga.

Oleh sebab itu, minum air sebelum, selama, dan setelah olahraga adalah kunci untuk mengganti cairan yang hilang.

Meminum air juga membuat tubuh kita kembali dingin dan dapat membantu mencegah dehidrasi.

2. Cuaca

Belakangan ini cuaca sulit ditebak yang membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat, apalagi saat suhu sedang panas-panasnya.

Saat suhu naik, kemungkinan tubuh untuk berkeringat akan meningkat dan udara panas dan lembab membuat keringat lebih sulit menguap dari tubuh.

Baca juga: 6 Cara Mengurangi Keringat Berlebih Saat Musim Kemarau

3. Alkohol

Meminum alkohol dapat meningkatkan detak jantung dan memperlebar pembuluh darah di kulit yang bisa membuat tubuh berkeringat.

Walau berhenti meminum alkohol, kita tetap bisa berkeringat berlebihan bahkan saat malam hari sekalipun.

"Konsumsi alkohol mengganggu komunikasi antara sistem saraf dan endokrin," kata Holtz.

"Ini menyebabkan gangguan hormonal, yang bisa menyebabkan keringat,” tambah dia.

4. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID, obat tekanan darah, dan obat diabetes dapat membuat tubuh berkeringat.

Jika kamu merasa hal ini tidak normal, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatlaan alternatif lain atau solusi.

5. Kecemasan

Stres dapat memicu kelenjar keringat, meningkatkan detak jantung, dan tekanan darah sehingga mengakibatka peningkatan suhu pada tubuh.

Baca juga: Hiperhidrosis (Keringat Berlebih): Ciri-ciri dan Cara Mengatasi

Stres secara emosional dapat menyebabkan keluarnya keringat di telapak tangan dan telapak kaki.

6. Hormon

Semburan panas atau hot flash bisa menyebabkan keringat berlebihan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh selama menopause ketika estrogen naik dan turun.

Hal ini dapat mempersulit hipotalamus, area di otak yang mengontrol suhu untuk mengetahui perlu mendinginkan tubuh atau tidak.

Saat terjadi semburan panas tubuh mengira ini terlalu panas sehingga kelenjar keringat bekerja terlalu aktif.

Orang-orang yang mengalami hal ini akan merasa tubuhnya panas, lembap, dan berkeringat.

7. Demam

Saat kita sakit tubuh akan menaikkan suhunya beberapa derajat yang membuat kita merasakan kedinginan.

Tapi saat demam mulai reda maka kita akan merasa panas dan berkeringat sebab tubuh bekerja untuk mengatur suhunya kembali normal.

8. Kafein dan makanan pedas

Apa yang kita makan dan minum dapat memengaruhi seberapa banyak tubuh mengeluarkan berkeringat.

Baca juga: Mengenal Hiperhidrosis, Kondisi Keringat Berlebih Parah

Minum kopi atau apa pun yang mengandung kafein bisa mengaktifkan sistem saraf pusat yang mengontrol kelenjar keringat.

Hal ini juga berlaku saat kita memakan makanan pedas, seperti saus cabai dan jalapeno, yang dapat memicu kelenjar keringat bekerja.

“Jika kita minum dua cangkir kopi, kita harus minum dua gelas air untuk menyeimbangkannya dan tetap terhidrasi,” catat Holtz.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.