Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tirta Akdi Toma Mesoya Hulu
Pengajar IT dan Penulis Novel

Pengajar IT dan Penulis Novel. Pengajar senior di CEP-CCIT Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Alumni Fasilkom Universitas Indonesia. Mantan Coordinator Volunteer Asian Para Games 2018 dan Penyiar Radio.

Telah menekuni hobi menulis sejak 2011 dan telah menulis sejumlah novel di beberapa platform digital, memiliki kegemaran memperhatikan tren di sosial media terutama yang berkaitan dengan sudut pandang generasi milenial dan Gen-Z.

Menguak Dunning-Kruger Effect

Kompas.com - 12/02/2022, 16:53 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KITA mungkin sering menemukan seseorang yang “merasa unggul” dengan pengetahuan atau kemampuan yang ia miliki.

Bahkan, mereka merasa lebih hebat, lebih pintar dan superior dibandingkan dengan orang lain. Namun, kenyataannya tidaklah begitu.

Secara singkat, kita bisa menggambarkan tabiat orang yang seperti ini dengan kata “sok pintar”.

Hal ini disebut dengan Dunning-Kruger Effect, yaitu fenomena di mana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimilikinya, atau dalam arti lain bias kognitif seseorang yang dengan salah melebih-lebihkan kemampuan atau pengetahuan dirinya pada topik tertentu.

Dunning-Kruger efek ini ditemukan oleh dua orang psikolog dari Cornell University bernama David Dunning dan Justin Kruger melalui serangkaian pengujian pada tahun 1999.

Mereka menguji para peserta pada kemampuan logika, tata bahasa, dan selera humor.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan mereka yang berada pada kuartil bawah menilai bahwa keterampilan mereka jauh berada di atas rata-rata.

Masalah yang ditimbulkan

Dunning-Kruger Effect ini bisa terjadi pada siapapun, bahkan bisa terjadi pada mereka yang memiliki keahlian di suatu bidang tertentu sekalipun.

Efek yang ditimbulkan adalah mereka akan selalu merasa unggul akan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya.

Namun, di saat yang sama, mereka cenderung menganggap pendapat orang lain adalah salah. Padahal, kesimpulan mereka mengenai suatu informasi belum tentu benar adanya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.