Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Ouka, Anjing Samoyed yang Terbang Melintasi Pegunungan Alpen

Kompas.com - 14/02/2022, 16:29 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

Sumber BBC

KOMPAS.com - Ouka, seekor anjing ras samoyed, viral di media sosial karena kemampuannya terbang di udara.

Hewan berbulu tebal ini sudah beberapa kali terbang melintasi Pegunungan Alpen di Perancis.

Bukan karena punya sayap, Ouka terbang dengan peralatan paralayang bersama pemiliknya, Shams.

Pria Perancis yang berprofesi dengan filmmaker itu mulai mengajari anjingnya berolahraga paralayang beberapa bulan lalu.

Begitu dekatnya hubungan mereka, ia ingin mengajak anjingnya menikmati indahnya pemandangan dari langit.

Baca juga: Anjing Terlalu Kurus dan Berat Badan Tidak Normal, Apa Solusinya?

Niatannya itu awalnya saat mendaki gunung bersama, Shams menyadari anjing kesayangannya itu tidak takut ketinggian.

"Ketika kami mendaki gunung, Ouka kerap berdiri di tepi tebing yang curam, tak takut ketinggian," ujarnya, dikutip dari video BBC.

Shams lalu mulai mengenalkannya dengan peralatan paralayang untuk menguji respon anjing tersebut.

Setelah terbukti tidak takut dan tetap tenang, Ouka kemudian dibuatkan harness khusus yang nyaman sekaligus kokoh untuknya.

Maklum saja, bobot dan bentuk tubuh anjing berusia tiga tahun itu mengharuskan harness yang amat berbeda dari pengguna biasa.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ouka the fluffy flying dog (@ouka.sam)

Tahap selanjutnya, Ouka diajari posisi terbang yang baik, dengan berdiri tegak di antara kaki Shams.

Tak lupa, ia dibiasakan dengan komando agar mereka bisa take off bersama dengan lancar.

"Saya bilang 'decollage', yang artinya take off dalam Bahasa Perancis, dan dia akan memposisikan diri di bawah kaki saya dan kami berlari bersama bersiap terbang," katanya lagi.

Baca juga: Tips Membawa Anjing Berjalan-jalan di Luar

Butuh waktu 1,5 bulan untuk mengajari Ouka sampai kini mereka terbiasa terbang paralayang bersama.

Momen menakjubkan itu juga didokumentasikan Shams di akun Instagramnya, @ouka.sam.

Sejumlah video terbang keduanya mendapatkan ribuan likes dan mendapatkan banyak pujian netizen

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ouka the fluffy flying dog (@ouka.sam)

Aktivitas terbang Ouka menuai kritik dari pecinta hewan

Keahlian terbang paralayang Ouka rupanya bukan hanya menuai kekaguman dan pujian saja.

Sejumlah kalangan pecinta hewan mengkritik tindakan Shams karena dianggap membahayakan dan menyiksa anjingnya.

Organisasi peduli hewan di Inggris, Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) termasuk salah satunya.

"Meskipun selalu luar biasa mendengar ikatan khusus yang dapat dibangun orang dan anjing, RSPCA tidak akan merekomendasikan anjing terbang paralayang, terlepas dari betapa nyamannya mereka tampaknya," ujar perwakilan organisasi tersebut.

Terbang dinilai bukan perilaku alami anjing dan bisa membuat Ouka ketakutan dan stres

Baca juga: Ternyata Inilah Alasan Anjing Mengejar Ekornya, Bukan Hanya Bermain

Namun Shams menolak tuduhan itu karena, menurutnya, anjingnya tidak menunjukkan penolakan sama sekali.

"Jika Ouka tidak menyukai sesuatu, saya akan langsung tahu, dia bisa menunjukkannya pada kita meskipun tidak bisa berbicara," ujarnya menjawab tuduhan itu.

Shams mengatakan sama sekali tidak berniat buruk pada hewan yang diadopsinya itu.

Kehadiran Ouka di hidupnya telah membantunya melalui depresi dan gangguan kesehatan mental yang sempat dialaminya.

Baca juga: Kenali, Arthritis pada Anjing dan Tanda-tandanya

Anjing itu membuatnya rutin bangun pagi, memberikan motivasi untuk hidup dan aktif berkegiatan di luar ruangan yang baik untuk kesehatan mentalnya.

"Saya rasa saya memberi Ouka kehidupan yang seharusnya ia miliki, saya sangat berterima kasih padanya atas hidup saya saat ini," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com