Kompas.com - 16/02/2022, 11:28 WIB

KOMPAS.com - TikTok menjadi salah satu aplikasi paling populer yang sedang digandrungi oleh warga di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia.

Bahkan, di masa pandemi Covid-19, penggunaan aplikasi yang berisi video-video pendek ini mulai terasa masif -khususnya di kalangan remaja, karena keinginan mereka untuk mengikuti tren.

Sayangnya, aplikasi TikTok ini ternyata membuat banyak remaja kecanduan hingga memicu munculnya dampak yang kurang baik pada kesehatan mental.

Sebuah hasil penelitian terbaru menemukan, remaja yang kecanduan aplikasi TikTok menunjukkan tanda-tanda kesehatan mental yang buruk.

Mereka memperlihatkan kondisi kecemasan dan depresi, yang dapat memengaruhi kerja memori mereka.

Baca juga: 7 Artis TikTok dengan Bayaran Tertinggi pada 2022, Siapa Saja?

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal International Journal of Environmental Research and Public Health ini lantas mengupas lebih dalam tentang tinjauan ini. 

Disebutkan, penggunaan aplikasi Tiktok yang mengalami kecandua secara konsisten menunjukkan kinerja lebih buruk ketika mendapat serangkaian pertanyaan dalam latihan mengingat urutan nomor.

Hal ini menunjukkan, memori kerja mereka terpengaruh dan bisa disebabkan oleh peningkatan gejala kecemasan dan depresi tadi.

Sementara itu, sebuah penelitian tentang isu yang sama di Chinn melibatkan lebih dari 3.000 siswa sekolah menengah yang sebagian besar adalah pengguna reguler TikTok.

Hasil studi yang dilaporkan pun melihat dampak aplikasi tersebut pada kehidupan sehari-hari para remaja.

Juga diamati tentang bagaimana mereka mengalami gejala penarikan, seperti cemas dan depresi jika mereka tidak menggunakan aplikasi tersebut untuk sementara waktu.

Baca juga: Mengapa Banyak Orang Kecanduan Aplikasi TikTok?

Kendati demikian, studi lanjutan juga sedang dilakukan guna mengeksplorasi kecanduan smartphone dan media sosial.

Topik tersebut jelas menjadi suatu hal yang lebih umum di kalangan remaja, dan informasi tersebut menjadi penting untuk diketahui oleh para orangtua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Moms


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.