Kompas.com - 20/02/2022, 11:14 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Seluruh dunia dikatakan gagal dalam mengatasi depresi, bahkan menuju krisis global jika kondisi tidak segera diperbaiki.

World Health Organization (WHO) memprediksi pada tahun 2030 depresi dapat menjadi penyumbang utama beban penyakit secara global.

Sebagaimana dilansir Science Alert, hanya 23 persen dari orang yang menderita depresi di negara berpenghasilan tinggi mendapat pengobatan yang memadai.

Baca juga: Keinginan Bunuh Diri Bisa Muncul akibat Depresi, Harus Bagaimana?

Sementara di negara berpenghasilan rendah dan menengah, hanya tiga persen yang menerima perawatan paling sederhana. Analisis ini berdasarkan riset pada 147 studi dari 84 negara antara tahun 2000 sampai 2021.

"Cakupan pengobatan untuk penderita depresi mayor terus menurun secara global. Banyak orang gagal mendapat perawatan yang baik dan konsisten," kata Ahli Epidemiologi, Alize Ferrari dari University of Queensland, Australia.

Kondisi tersebut menyoroti akan kebutuhan orang depresi untuk mendapatkan penanganan terbaik serta fasilitas kesehatan dalam perawatan dan pengobatan depresi.

Pembiayaan kesehatan global sejauh ini diprioritaskan untuk malaria, HIV/AIDS dan tuberkulosis, yang merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Baca juga: 9 Manfaat Mugwort untuk Kesehatan, dari Kurangi Depresi hingga Tingkatkan Penglihatan

"Namun, pembiayaan untuk kesehatan mental masih jauh dari memadai," kata peneliti.

Saat ini yang perlu menjadi fokus adalah meningkatkan perawatan efektif untuk depresi dan gangguan kesehatan mental secara global.

Penelitian menunjukkan jika dunia dapat lebih fokus pada masalah mental, kita bisa menyelamatkan 43 juta orang setiap tahun antara 2016 hingga 2030.

Studi juga menemukan fakta bahwa pasien dengan gangguan kesehatan mental yang mendapat pengobatan memadai, akan meningkatkan 80 hingga 90 persen harapan hidup. Pengobatan tersebut mencakup bantuan psikolog, obat-obatan hingga terapi.

Baca juga: Para Selebritas Dunia Ini Ternyata Mengidap Gangguan Mental OCD

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.