BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Polytron

Tak Hanya di Luar, Polusi Udara Juga Terdapat di Dalam Rumah

Kompas.com - 27/02/2022, 09:04 WIB
|

 

KOMPAS.com – Selama ini, polusi udara kerap diidentikkan dengan asap dari kendaraan bermotor dan pabrik. Padahal, masalah tersebut juga terdapat di dalam rumah. Konsentrasi polutannya bahkan bisa dua hingga lima kali lebih tinggi daripada di luar ruangan, sebagaimana dikutip dari BBC, Kamis (10/9/2020).

Sementara itu, dikutip dari laman who.int, Rabu (22/11/2021), Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar 3,8 juta orang per tahun meninggal akibat paparan polusi udara rumah tangga.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 persen meninggal karena pneumonia, 27 persen penyakit jantung iskemik, 20 persen penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), 18 persen akibat stroke, dan 8 persen kanker paru-paru.

Lantas, apa saja sumber polusi di dalam rumah? Berikut ulasannya.

1. Ruangan dengan kelembapan tinggi

Sumber polusi pertama dalam rumah dengan dampak mengkhawatirkan adalah ruangan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi, yakni sekitar 75-80 persen. Pasalnya, bukan hanya jamur yang tumbuh subur pada kondisi tersebut, melainkan juga tungau dapat berkembang biak.

Untuk diketahui, kedua organisme itu merupakan alergen yang dapat menimbulkan sejumlah reaksi dan rasa tidak nyaman bila terpapar. Sebut saja, bersin, batuk, serta gatal pada sistem pernafasan atas dan mata. Bahkan, tak jarang memicu sesak napas.

Karena itu, pastikan kelembapan udara di dalam ruangan dalam keadaan normal, yakni tidak lebih dari 50 persen.

2. Furnitur baru

Furnitur baru dapat membuat interior rumah terlihat lebih segar dari sebelumnya. Meski begitu, benda tersebut menyimpan bahaya tersembunyi.

Dilansir dari laman www.health.ny.gov, beberapa furnitur, khususnya yang dilapisi cat, lilin, lem, dan pernis, dapat melepaskan volatile organic compounds (VOC).

VOC adalah senyawa kimia yang mudah menguap sehingga mencemari udara di dalam ruangan. Sejumlah masalah kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang, pun dapat muncul jika zat tersebut terus terhirup.

Dikutip dari laman lung.org, paparan VOC bisa mengiritasi mata dan saluran pernapasan atas, menyebabkan mual, serta merusak sistem saraf pusat. Bahkan, beberapa jenis VOC memiliki sifat karsinogen atau menyebabkan kanker.

Untuk menghindari dampak tersebut, Anda perlu memperhatikan label instruksi pemasangan saat membeli furnitur baru. Biasanya, produsen menyarankan agar produk diangin-anginkan di luar ruangan terlebih dahulu.

3. Aktivitas memasak

Aktivitas memasak, khususnya yang menggunakan bahan bakar biomassa dan padat, juga berkontribusi pada pencemaran udara di dalam rumah. Terlebih, jika hunian tidak memiliki sirkulasi udara yang baik.

Adapun bahan bakar yang dimaksud berupa minyak tanah, liquefied petroleum gas (LPG), biogas, arang, dan kayu. Seluruh bahan ini mengeluarkan asap yang mengandung polutan berbahaya bila dibakar, seperti karbon monoksida, silika, fenol, dan zat radikal bebas lainnya.

Selain penggunaan bahan bakar, metode memasak pun turut memengaruhi kualitas udara dalam rumah. Penelitian yang dimuat di The Guardian pada Minggu (17/2/2019) menunjukkan, memanggang dapat melepaskan gelombang partikel halus yang membuat udara di dalam rumah lebih kotor daripada kota-kota dengan udara tercemar di dunia.

4. Pembakaran sampah

Membakar sampah rumah tangga di pekarangan menjadi metode yang banyak dipilih oleh banyak penghuni rumah. Namun, kebiasaan ini juga menjadi sumber pencemaran udara di dalam hunian.

Selain membuat mata pedih dan mengganggu pernapasan, penelitian gabungan yang dimuat dalam laman www.health.ny.gov menemukan, asap pembakaran sampah mengandung banyak senyawa kimia berbahaya.

Sebut saja, karbon monoksida, hidrogen klorida, hidrogen sianida, benzena, stirena, formaldehida, arsenik, timbal, kromium, benzo(a)piren, dioksin, furan, dan bifenil poliklorinas (PCB).

5. Produk pemeliharaan rumah

Produk pemeliharaan rumah, mulai dari pembersih, pengharum, hingga pengusir serangga, mengandung senyawa kimia yang mudah menguap dan mengotori udara di dalam hunian.

Obat nyamuk bakar, misalnya, mengandung polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH). Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal NCBI, polutan yang terurai ke udara dalam sekali pembakaran obat nyamuk bahkan setara dengan 50 batang rokok.

Karbol lantai dan detergen juga begitu. Kedua produk ini mengandung amonia dan klorin yang berisiko menyebabkan gangguan pernapasan.

Penggunaan pemurni udara menjadi salah satu cara memperbaiki kualitas udara di dalam hunian. Dok. Polytron Penggunaan pemurni udara menjadi salah satu cara memperbaiki kualitas udara di dalam hunian.

Pemurni udara, solusi tingkatkan kualitas udara dalam rumah

Ada beragam cara untuk mengatasi polusi udara di dalam rumah. Salah satunya, memasang air purifier. Seperti namanya, perangkat ini berfungsi untuk memurnikan udara dari senyawa berbahaya, seperti polutan, termasuk debu, alergen, virus, dan kuman penyebab penyakit.

Adapun air purifier bekerja dengan cara mengisap udara, lalu menyaringnya hingga bersih untuk selanjutnya disalurkan kembali ke ruangan.

Efektivitas air purifier dalam menjaga kualitas udara di dalam ruangan telah terbukti secara saintifik. Penelitian yang dimuat dalam jurnal NCBI menemukan, penggunaan perangkat tersebut selama beberapa jam mampu mengurangi konsentrasi partikel debu halus PM 2,5 hingga 57 persen.

Tak hanya itu, pemakaian air purifier juga membantu meminimalisasi risiko terkena masalah kesehatan yang diakibatkan polusi dalam rumah, seperti asma, alergi, dan gangguan kardiovaskular.

Bila ingin maksimal dalam menyaring udara di dalam ruangan, gunakan air purifier yang memiliki filter high-efficiency particulate air (HEPA). Dikutip dari USA Today, Kamis (26/8/2021), penyaring tersebut secara teoretis dapat menghilangkan setidaknya 99,97 persen debu, serbuk sari, jamur, bakteri, dan partikel udara lainnya yang berukuran 0,3 mikron atau lebih.

Di Indonesia, air purifier yang sudah dibekali filter HEPA 13 Filter mudah ditemukan. Salah satunya, Polytron Air Purifier. Berbeda dengan produk sejenis lain, air purifier dari Polytron ini memiliki enam fitur penyaringan.

Keenam filter itu terdiri dari Pre Filter, HEPA 13 Filter, Carbon Filter, UVC Filter, Photocatalytic Oxidation (PCO), dan ION Generator.

Kemampuan Polytron Air Purifier dalam meningkatkan kualitas udara di dalam rumah semakin bertambah dengan penyematan UV-C Lamp yang memiliki energi UV-C 11.962 uj/cm2. Komponen ini diklaim dapat membunuh 99,99 persen virus influenza, serta bakteri penyebab cacar dan tuberkulosis dalam waktu satu menit.

Selain enam fitur penyaringan dan lampu bertenaga ultraviolet, Polytron Air Purifier juga dilengkapi dengan Indikator Replace Filter. Komponen ini secara otomatis akan menginformasikan waktu penggantian filter setelah lebih dari 4.000 jam pemakaian.

Tak cukup dengan memasang air purifier, Anda juga harus memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan lancar agar kualitas udara yang dihirup baik.

Untuk meminimalkan polutan dalam hunian, coba pula tempatkan beberapa tanaman, seperti lidah mertua, aglaonema, pakis Boston, bunga krisan, lili, atau rubber plant. Agar kebersihan semakin optimal, pastikan juga Anda rajin membersihkan rumah.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Polytron Air Purifier, silakan kunjungi tautan berikut.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.