Kompas.com - 28/02/2022, 12:04 WIB

KOMPAS.com - Workaholic seringkali dianggap sebagai hal yang membanggakan bagi seorang pekerja.

Mereka yang tergolong workaholic merasakannya sebagai pencapaian apabila mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya untuk bekerja.

Seringkali durasi bekerja dikaitkan dengan loyalitas pekerja terhadap tempat kerjanya.

Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu workaholic di beberapa kantor atau perusahaan, terutama di kota-kota besar.

Padahal, menurut studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) bekerja terlalu lama atau lebih dari 55 jam seminggu berdampak negatif bagi kesehatan.

Bahaya workaholic untuk kesehatan

Durasi bekerja yang normal sebenarnya sekitar 40 jam saja per minggu.

Tapi faktanya, banyak pekerja melampui batasan normal ini dengan berbagai sebab.

Menurut penelitian, bekerja lebih dari 55 jam dapat menyebabkan penyakit arteri koroner, suatu kondisi nyeri dada berulang atau ketidaknyamanan dan stroke.

Baca juga: Strategi Mempertahankan Hubungan dengan Pasangan Workaholic

Orang-orang yang workaholic cenderung mengalami peningkatan kadar kortisol atau hormon stres.

Hal ini bisa berakibat pada kabut otak, tekanan darah tinggi, dan sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.