Kompas.com - 01/03/2022, 07:36 WIB

Hal itu disebabkan karena 22 anggota Liga Arah merupakan negara-negara berkembang dengan sistem perawatan kesehatan yang terbebani.

Alasan untuk terlalu banyak bekerja juga tergantung pada industri.

Sementara itu, beberapa peneliti tentang burnout pada 1970-an mendapati orang yang bekerja melayani masyarakat cenderung memiliki jam kerja yang berlebihan.

Hal itu menyebabkan mereka mengalami kelelahan emosional dan fisik, sebuah tren yang juga muncul selama pandemi.

Akan tetapi, kerja yang berlebihan masih saja dianggap sebagai sebuah kebanggaan dan beberapa orang menjadikannya sebagai status menuju kesuksesan.

Anat Lechner, profesor manajemen klinis di New York University menyebut gaya hidup ini akhirnya diglorifikasi orang-orang.

"Kami memuliakan gaya hidup, dan gaya hidup adalah: Anda bekerja seperti bernafas, Anda tidur dengan pekerjaan, Anda bangun dan mengerjakan pekerjaan sepanjang hari, lalu Anda pergi tidur," katanya.

Baca juga: Sibuk Kerja Berlebihan, Hidup Terasa Lebih Buruk

Budaya kerja berlebihan seiring zaman

Akar kultus kerja yang berlebihan bermula dari etos kerja Protestan pada abad ke-16.

Saat itu pandangan dunia dipegang oleh orang kulit putih Protestan di Eropa yang membuat kerja keras dan pencarian keuntungan adalah tindakan berbudi luhur.

Kemudian, kerja berlebihan yang juga diikuti dengan konsumerisme merajarela ketika Inggris dipimpin Margaret Thatcher dan AS dipimpin Ronald Reagan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.