Kompas.com - 02/03/2022, 08:41 WIB

KOMPAS.com - Boleh dibilang, kopi dan teh termasuk dua minuman dengan basis penikmat terbanyak di dunia ketimbang jenis minuman lain.

Baik kopi maupun teh berasal dari tumbuhan, dan bisa diteguk dalam kondisi panas atau dingin.

Secara umum, kopi mengandung jumlah kafein yang lebih banyak daripada teh.

Dalam satu porsi kopi 100 mililiter, terkandung sekitar 40 miligram kafein. Sedangkan pada porsi yang sama, teh hanya mengandung kafein sekitar 11 miligram.

Rupanya, ada satu jenis teh yang memiliki kandungan kafein tinggi, yakni teh hijau.

Baca juga: Teh Hijau, Minuman Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan?

Tergantung dari tempat asal dan proses perendaman, daun teh hijau bisa jadi mengandung lebih banyak kafein dibandingkan jenis teh lainnya.

Proses pembuatan teh hijau

Teh hijau dibuat dari tanaman camellia sinensis.

Seperti dikutip perfectdailygrind.com, Will Battle, managing director di Fine Tea Merchants mengatakan, teh hijau merupakan teh yang enzimnya sudah dinonaktifkan alias tidak teroksidasi.

"Pada dasarnya, teh hijau sudah dikukus atau digoreng di wajan untuk mencegah oksidasi," sebut Will.

"Cara itu membuat teh hijau berbeda dari teh hitam, oolong, atau jenis teh lain."

Salah satu pendiri merek teh hijau Hojicha Co, Francois Mathieu menyebut, teh hijau tidak dilihat dari warna daun.

Teh dikategorikan sebagai teh hijau jika dibuat tanpa melalui proses oksidasi atau fermentasi.

Ada beberapa cara untuk membuat teh hijau, tergantung dari mana teh itu diproduksi.

Misalnya, orang-orang di Jepang cenderung menggunakan metode mengukus untuk membuat teh hijau.

Sementara di China, teh hijau biasanya diproses dengan cara digoreng.

Baca juga: Ternyata, Teh Hijau Jadi Minuman Terbaik untuk Memperlambat Penuaan

Setiap teh hijau berbeda, dilihat dari metode penanaman, waktu panen, dan metode pemrosesan teh.

"Di keluarga besar teh hijau, yang paling populer di Jepang adalah sencha," sebut Francois.

"Sencha adalah teh yang dipanen di awal tahun dengan bagian pucuk yang berusia lebih muda."

"Lalu, ada teh hijau Jepang lain yang dipanen di akhir tahun bernama bancha, teh biasa yang dipandang memiliki kualitas lebih rendah," imbuh dia.

Francois juga membeberkan proses pembuatan matcha, jenis teh hijau yang relatif populer di masyarakat.

"Proses untuk matcha sedikit berbeda," ujar Francois.

"Biasanya, matcha diproduksi dengan menutupi tanaman teh selama beberapa hari, membiarkan tanaman menghasilkan reaksi kimia berbeda."

"Petani kemudian mencabut semua ranting dan menggiling teh. Ini menghasilkan produk yang sangat berbeda."

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.