Kompas.com - 04/03/2022, 09:00 WIB

"Statin juga memengaruhi cara tubuh kita memproses kolesterol dan perilaku plak, sehingga menjadi kurang stabil."

"Kita akan memiliki lebih sedikit peradangan dan lebih sedikit risiko untuk kejadian jantung koroner mendadak," tambah Faulx.

Pengobatan lain yang dapat diambil, lanjut Faulx, adalah mengonsumsi aspirin dalam dosis rendah.

"Jika kita tidak pernah mengalami serangan jantung, atau hanya mencoba untuk mencegah penyakit jantung koroner, aspirin setiap hari tidak dianjurkan," ungkap dia.

"Sebab, orang yang berisiko rendah lebih mungkin mengalami pendarahan gastrointestinal daripada terhindar dari penyakit jantung dengan mengonsumsi aspirin."

Lain halnya jika kita sudah menderita aterosklerosis, atau sempat mengalami serangan jantung.

Baca juga: Memasak dan Mencuci Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Kok Bisa?

"Kita memiliki risiko yang jauh lebih besar untuk serangan jantung. Manfaat aspirin setiap hari lebih besar daripada risikonya."

2. Berolahraga teratur

Kurang aktif bergerak termasuk faktor risiko penyakit jantung koroner.

Faulx merekomendasikan untuk melakukan latihan aerobik sedang selama 30 menit lima kali dalam seminggu.

"Latihan moderat berarti kita terengah-engah, dan sulit untuk berbicara saat kita berlatih," ungkap Faulx.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.