KOMPAS.com - Setiap pasangan pasti pernah melalui fase-fase sulit dalam hubungannya yang berakhir dengan keinginan untuk putus.
Ketika hubungan sudah di ujung tanduk, kita seringkali merasakan momen-momen emosional saat mempertanyakan kembali rasa cinta kepada pasangan.
Menurut terapis kesehatan perilaku Anjali Kala, LISW, hal ini merupakan sesuatu yang wajar terjadi.
Tapi, ia menyarankan setiap orang untuk memeriksa dirinya sendiri agar menghindari hubungan yang dipenuhi red flag lebih lama dari yang seharusnya.
“Perhatikan perasaan itu. Tentu, kamu ingin hubungan berhasil. Itu sifat manusia. Jadi, kita cenderung mengesampingkan perasaan itu," kata Kala.
"Namun di sisi lain, kamu tidak bisa mengabaikan perasaan yang membuatmu tidak betah lagi bersama dengan pasangan,” sambungnya.
Baca juga: Jangan Ragu Minta Putus jika 13 Hal Ini Terjadi
Kala mengingatkan bahwa usaha untuk mempertahankan hubungan sah-sah saja untuk dilakukan, terutama jika meminta bantuan orang lain.
Tetapi, ia menyampaikan hubungan tidak dapat diperbaiki secara instan sehingga memerlukan waktu.
Ia juga menambahkan, kemungkinan untuk mempertahankan hubungan dengan sosok yang dicintai bisa saja gagal walau sudah diusahakan.
Agar momen perpisahan dengan pasangan tidak berakhir dengan pertengkaran atau perselisihan, kita perlu mengetahui cara memutuskan hubungan dengan baik.
Untuk lebih jelasnya, simak yang berikut ini.
Kala mengatakan, sebaiknya kita mengingat dan berfokus pada hal-hal baik yang pernah dilalui bersama pasangan.
Walau momen putus membuat kita seringkali mengingat keburukan mantan, Kala ingin kita mengesampingkan hal ini.
“Tujuannya adalah untuk mencoba mempertahankan apa yang baik tentang hubungan itu daripada fokus pada semua hal yang tidak baik," ujarnya.
"Terutama jika hal-hal berakhir buruk melalui banyak pertengkaran atau perilaku yang lebih ekstrem seperti selingkuh atau menuduh."
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.