Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/03/2022, 17:07 WIB
|
Editor Wisnubrata

Seperti dalam tinjauan World Journal of Psychiatry yang mengungkapkan terapi musik dapat menjadi pengobatan efektif untuk seseorang dengan gangguan mood yang berkaitan dengan saraf otak.

Seperti pada penderita parkinson, demensia, stroke dan multiple sclerosis.

Berdasarkan tinjauan melalui 25 kali percobaan, para peneliti menyimpulkan musik adalah terapi yang valid dalam mengurangi depresi dan kecemasan yang meningkatkan suasana hati, hingga kualitas hidup pasien.

Dilaporkan dalam uji coba mana pun, menjadikan musik sebagai terapi pengobatan juga termasuk minim efek samping.

Barry Goldstein, seorang musisi juga telah mempelajari efek getaran musik selama lebih dari 25 tahun.

Ia mengatakan bahwa musik berdampak besar pada perubahan di otak.

"Musik dapat menstabilkan emosi hingga merangsang koneksi saraf baru," katanya dalam sebuah kolom untuk majalah Conscious Lifestyle.

Baca juga: Terapi Musik, Salah Satu Pilihan untuk Menyehatkan Mental

Terapi musik dalam pengobatan nyeri kronis

Beberapa rancangan intervensi musik sebagai terapi pada pasien nyeri kronis dilakukan dengan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan spesifik pasien.

Sejumlah kegiatan yang dimaksud adalah membuat musik, mendengarkan musik, bernyanyi bersama, menulis lagu, membahas musik dan lirik serta menggunakan musik untuk berimajinasi serta meditasi.

Seperti dikutip Everyday Health, terapi musik sangat serbaguna. Dapat dilakukan satu-satu (terapis dan pasien), dalam sesi terapi kelompok, di rumah, di fasilitas medis, atau sarana lainnya.

Pasien nyeri kronis tidak perlu terampil atau berbakat dalam musik untuk mendapatkan manfaat dari terapi.

Baca juga: Mendengarkan Musik Klasik Selama 30 Detik Bikin Otak Lebih Tenang?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.