Kompas.com - 16/03/2022, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Upcycling atau proses daur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai kini menjadi tren di berbagai industri, terutama fesyen.

Apalagi, industri fesyen menyumbang lebih banyak limbah yang dapat menyebabkan masalah pada lingkungan.

Saat ini, diketahui dari 57 persen sampah di Jakarta, 8,2 persennya berasal dari limbah tekstil.

Nah, untuk mengubah industri fesyen lebih berkelanjutan (sustainable), perusahaan retail JKT.Creative pun bekerjasama dengan Hotel Raffles Jakarta, merilis rangkaian koleksi pakaian yang lebih ramah lingkungan.

Mengubah linen bekas

Koleksi terbaru kolaborasi JKT.Creative dan Hotel Raffles yang ramah lingkungan.KOMPAS.COM/RYAN SARA Koleksi terbaru kolaborasi JKT.Creative dan Hotel Raffles yang ramah lingkungan.
Sebagai founder dari JKT.Creative, Iwet Ramadhan, membagikan sedikit ceritanya mengenai koleksi terbarunya tersebut.

"Berawal dari misi untuk memanfaatkan kain-kain yang sudah tidak terpakai di hotel, saya mencoba mengubah linen bekas menjadi sebuah koleksi busana siap pakai."

Demikian penutura Iwet dalam acara International Women's Day (IWD) at Raffles Jakarta yang berlangsung di The Dining Room, Hotel Raffles, Selasa (15/3/2022) kemarin.

Menurut Iwet, linen-linen bekas dari hotel bintang lima seperti Hotel Raffles yang masih bagus ini ternyata memiliki daya jual tinggi, sekaligus dapat mengurangi limbah jika diubah dalam bentuk yang lain.

"Karena hasilnya oke banget, maka kita langsung jadikan linen bekas untuk dibuat sebagai koleksi pakaian seperti kemeja dengan motif batik," kata Iwet.

 

Memberdayakan perempuan di rusunawa

Koleksi terbaru kolaborasi JKT.Creative dan Hotel Raffles yang ramah lingkungan.KOMPAS.COM/RYAN SARA Koleksi terbaru kolaborasi JKT.Creative dan Hotel Raffles yang ramah lingkungan.
Menariknya dari kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan produk pakaian yang lebih ramah lingkungan saja, tetapi juga dapat memberdayakan perempuan — khususnya ibu-ibu — yang tinggal di rusunawa Jakarta.

Iwet mengatakan, ada 40 perempuan dari lima rusunawa di Jakarta yang diberdayakan dalam proyek ini.

Mereka mendapat pelatihan menjahit dan membuat kerajinan yang menghasilkan berbagai macam produk, seperti kemeja, tas, dan beragam kerajinan tangan lain.

"Di proyek kolaborasi ini kita juga melibatkan ibu-ibu rusunawa untuk bertukar ide supaya mereka bisa punya lebih banyak skill, dan itu nantinya bisa menambah income mereka," ungkap dia.

"Saya percaya, perempuan yang berdaya dan punya income yang bagus pasti akan membuat keluarganya menjadi lebih baik," ungkap dia.

Koleksi pakaian yang ramah lingkungan ini sudah bisa didapatkan melalui situs JKT.Creative dan bisa dijumpai di Hotel Raffles Jakarta.

Rencananya, selain dalam produk pakaian, linen bekas dari hotel ini juga dijadikan sebagai kain batik yang motifnya akan dirilis dalam bentuk NFT.

Diharapkan, proyek ini dapat semakin meningkatkan pemasukan ibu-ibu rusunawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.