Kompas.com - 16/03/2022, 13:04 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah penyintas Covid-19 kerap mengeluhkan kesulitan berkonsentrasi dan mudah lupa setelah sembuh dari infeksinya.

Penurunan kemampuan otak dan memori ini tentunya mengganggu aktivitas kita sehari-hari.

Bahkan kita menjadi mudah marah, lelah dan terkuras emosionalnya karena mengalami gejala tersebut.

Berbagai keluhan tersebut bisa saja merupakan gejala long covid yang disebut dengan brain fog alias kabut otak.

Baca juga: Menurut WHO, Ini 3 Gejala Long Covid yang Paling Sering Dikeluhkan

Istilah ini menggambarkan perasaan ketidakjelasan mental, mempengaruhi setiap orang secara berbeda.

Sensasinya mirip seperti ketika kita mengalami jet-lagged atau kelelahan setelah begadang semalaman namun brain fog terjadi selama berkepanjangan.

Penyebab brain fog yang dialami penyintas Covid-19

Sebenarnya, ada banyak kondisi kesehatan dan infeksi yang diketahui menyebabkan brain fog.

Misalnya penyakit sepsis yang menyebabkan perubahan inflamasi di otak yang mempengaruhi fungsi kognitif dan perhatian.

Brain fog juga bisa menjadi gejala penyakit Lyme dan kanker yang sedang dirawat dengan kemoterapi.

Orang yang tertular influenza biasa bahkan bisa mengalami brain fog, yang juga dikenal dengan julukan flu brain.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber HuffPost
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.