Kompas.com - 17/03/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Selain mengeong, kucing juga bisa mengeluarkan suara mendesis yang biasanya menandakan sesuatu sedang terjadi.

Sebuah studi tentang perilaku kucing pada Januari 2020 menjelaskan, suara mendesis kucing ini kerap tidak sengaja terjadi karena dipicu oleh kemunculan musuh yang mengejutkan.

"Suara dihasilkan sebagian besar dalam situasi agonis untuk memperingatkan lawan," ungkap studi tersebut.

Menurut seorang ahli bedah hewan dari Paragon Veterinary Group, Graham J. Lewis, penting untuk dicatat, mendesis bukanlah perilaku agresif melainkan tanda bahwa kucing tidak senang dengan sesuatu.

"Ini biasanya peringatan sebelum agresi dan jika kita dapat memahami ini, maka situasinya dapat dikurangi sebelum kucing menjadi agresif," kata dia kepada Newsweek.

Karena ini adalah bentuk komunikasi defensif, penulis dari Cat Behavior Associates Pam Johnson-Bennett, menambahkan, suara mendesis menunjukkan kucing tidak ingin terlibat dan berharap ancaman akan mundur.

Baca juga: Kucing Dewasa Tidak Mau Bermain, Apa Alasannya?

Meskipun mendesis bukanlah indikasi agresi, itu bisa menjadi pertanda bahwa kucing peliharaan kita akan menyerang jika terus diprovokasi.

Alasan utama kucing mendesis

Penulis buku "PURR: The Science of Making Your Cat Happy", Zazie Todd, mengatakan, mendesis adalah cara komunikasi yang penting bagi kucing untuk menunjukkan situasi yang tidak menyenangkan.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut ini terdapat beberapa alasan utama mengapa kucing mendesis.

  • Merasa terancam

Jika kucing peliharaan kita mendesis pada kita atau orang lain, kucing itu mungkin merasa terancam oleh cara kita atau orang lain menanganinya.

"Ini biasanya karena kucing merasa terancam atau kita membuatnya kesal karena kucing menginginkan ruang dan dibiarkan sendiri pada saat itu," jelas Lewis.

Misalnya, seekor kucing mungkin mendesis saat kita mencoba memasukkannya ke dalam carrier untuk pergi ke dokter hewan.

Kucing juga dapat mendesis saat ditahan oleh staf selama pemeriksaan atau perawatan di sana.

"Kucing bahkan mungkin mendesis pada hewan atau orang yang dikenalnya jika keadaan langsung membuatnya merasa terancam," kata Johnson-Bennett.

Baca juga: Waspadai, Anjing dan Kucing Peliharaan Bisa Menderita Demensia

Halaman:
Sumber Newsweek


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.