Kompas.com - 18/03/2022, 08:47 WIB

KOMPAS.com - Harga minyak goreng melambung tinggi setelah pemerintah mencabut aturan harga eceran tertinggi (HET).

Saat ini harga di pasaran untuk minyak goreng kemasan berkisar Rp 23.000 per liter meski stoknya melimpah.

Berbeda dengan beberapa waktu lalu, ketika minyak goreng mendadak langka saat harganya ditetapkan Rp 14.000 per liter.

Baca juga: Minyak Goreng Langka, Apakah Ini Saatnya Beli Air Fryer?

Manfaat makanan yang dikukus, bukan hanya hemat minyak goreng

Ilustrasi mengukus brokoli untuk kurangi rasa pahitDok. Pexels/Castorly Stock Ilustrasi mengukus brokoli untuk kurangi rasa pahit
Kenaikan harga minyak goreng ini mungkin bisa menjadi momen untuk kita mengubah pola dan menu makanan yang dikonsumsi.

Jika selama ini kerap makan makanan yang digoreng maka saat ini metode mengukus bisa jadi alternatif.

Tanpa penggunaan minyak goreng, makanan yang dikukus jelas lebih ramah di kantong.

Selain itu, ada banyak manfaat lain dari makanan yang dikukus seperti penjelasan Juliette Kellow, ahli nutrisi asal Inggris, yaitu:

Mempertahankan vitamin dalam makanan

Mengukus adalah salah satu metode memasak terbaik untuk memastikan makanan mempertahankan kandungannya.

Nutrisi yang larut dalam air seperti vitamin C dan folat (vitamin B) bisa rusak oleh panas dan air, seperti jika digoreng atau direbus. 

Namun, mengukus, yang memisahkan sayuran dengan air atau panas, bisa mempertahankan lebih banyak vitaminnya.

 

Meningkatkan antioksidan

Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengukus sangat baik dalam mempertahankan antioksidan, seperti flavonoid, antosianin, dan glukosinolat3.

Tidak seperti ketika merebus yang membuar air merembes masuk ke makanan atau saat menggoreng yang membuat kandungannya rusak karena panas minyak.

Baca juga: Minyak Goreng Langka, Ini Cara Bikin Minyak Kelapa untuk Masak

Pola makan lebih sehat

Mengukus makanan bisa menjadi alternatif sehat di tengah kelangkaan minyak goreng yang tengah terjadi di Indonesia. PEXELS/Cats Coming Mengukus makanan bisa menjadi alternatif sehat di tengah kelangkaan minyak goreng yang tengah terjadi di Indonesia.
Makan yang dikukus jelas jauh lebih sehat dibandingkan yang iolah dengan minyak goreng.

Ini adalah cara memasak yang bebas lemak sehingga baik untuk kita yang ingin menurunkan berat badan atau lebih sehat.

Satu sendok makan minyak goreng mengandung sekitar 407kJ/100kkal dan 11g lemak.

Menghentikan jumlah tersebut dalam setahun akan membantu menghilangkan lebih dari empat liter kadar minyak dalam pola makan kita.

Baca juga: Sayuran Lebih Sehat Dikukus atau Direbus?

Ini juga akan menghemat cukup kalori dan berpotensi menurunkan berat badan hingga lima kilogram.

Selain itu, makanan yang dikukus juga tidak membutuhkan banyak tambahan garam, yang juga baik untuk mencegah tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.

Makanan terlihat lebih indah dan terasa lebih enak

Makanan yang dikukus memiliki bentuk dan warna yang lebih indah dan natural.

Cita rasanya juga lebih enak dengan tekstur yang terjaga sehingga menambahkan kenikmatan saat makan.

Metode memasak ini membantu makanan mempertahankan warna, bentuk, dan teksturnya karena tidak ada kontak langsung dengan air panas atau panas yang ekstrem.

Baca juga: Lebih Sehat, Ini 6 Tips Memasak Tanpa Minyak Goreng

Mengukus juga membuat makanan tetap lembab tanpa membuatnya tergenang air.

Sementara itu, penggunaan minyak goreng cenderung membuat makanan menjadi mengerut dan keras.

Memasak lebih mudah dan cepat

Ilustrasi proses mengukus makanan.SHUTTERSTOCK/ Twenty-nine Ilustrasi proses mengukus makanan.
Mengukus adalah salah satu metode memasak yang paling mudah, tinggal memasukkan bahan makanan ke kukusan dan tunggu sesaat hingga matang.

Tidak perlu membalik makanan agar matang merata atau terus memeriksanya untuk memastikan tidak gosong seperti memasak dengan minyak goreng.

Memasang dengan cara dikukus lebih mudah dilakukan jika kita harus sambil mengerjakan urusan rumah tangga lain, seperti mencuci, menyapu, dan membersihkan ruangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Crave
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.